Tunjangan Anggota DPR Naik, Formappi: Tak Sejalan dengan Capaiannya Wakil Rakyat yang Terlena akan Tumpukkan Uang
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai, kenaikan tunjangan besar yang diterima anggota DPR RI
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai, kenaikan tunjangan besar yang diterima anggota DPR RI tidak sejalan dengan capaian kerja mereka dan justru membuat para wakil rakyat semakin terlena.
Hal ini disikapi Formappi terkait pernyataan Wakil Ketua DPR Adies Kadir menyebut sejumlah tunjangan anggota DPR yang mengalami kenaikan. Salah satunya adalah tunjangan bensin, beras dan lain-lain.
“Penambahan uang dan jenis tunjangan per anggota tidak berbanding lurus dengan kinerja mereka. Uang dengan jumlah yang sangat lebih dari cukup itu, seharusnya menghapus semua hambatan bagi anggota DPR untuk bekerja maksimal,” kata Lucius, Rabu (20/8/2025).
Ia berpandangan, kenaikan tunjangan justru bukan untuk mendongkrak kinerja, melainkan memanjakan anggota dewan.
Lucius menyoroti capaian DPR periode 2024-2029 yang masih minim, karena dari 42 RUU prioritas tahun 2025, baru satu RUU yang disahkan yakni revisi UU TNI.
Sedangkan 13 RUU lain yang berhasil disahkan berasal dari daftar kumulatif terbuka seperti RUU pembentukan daerah baru, RUU BUMN, dan RUU Minerba.
“Jadi yang benar-benar menampakkan visi politik legislasi DPR baru satu RUU saja,” jelasnya.
Ia juga menilai DPR jarang kritis terhadap kebijakan pemerintah, baik dalam fungsi legislasi, pengawasan, maupun anggaran. Menurutnya, suara DPR seakan tenggelam di balik tumpukan uang tunjangan besar yang mereka terima.
“Jadi apa gunanya kenaikan tunjangan jika tak ada sumbangsihnya untuk mendongkrak semangat bekerja anggota? Oleh karena itu, kenaikan tunjangan tampak tak layak diberikan,” tegas Lucius.
Ia menambahkan, seharusnya penambahan tunjangan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja, bukan sekadar hak yang diterima tanpa pencapaian.
“Di DPR, kenaikan tunjangan justru menutup peluang hadirnya apresiasi atas kinerja mereka,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR Adies Kadir menegaskan gaji pokok anggota DPR tidak naik selama 15 tahun terakhir dan masih di kisaran Rp 6,5 juta per bulan untuk pimpinan.
Namun, ia mengakui sejumlah tunjangan memang meningkat, seperti tunjangan beras dari Rp 10 juta menjadi Rp 12 juta per bulan, serta tunjangan bensin dari Rp 4-5 juta menjadi Rp 7 juta per bulan.
Adies juga menyebut anggota DPR kini mendapat tunjangan perumahan sekitar Rp 50 juta per bulan karena rumah dinas sudah tidak lagi disediakan.
“Jadi yang naik cuma tunjangan itu saja, karena kita tahu beras, telur juga naik, mungkin Menteri Keuangan juga kasihan dengan kawan-kawan DPR,” kelakar Waketum Partai Golkar ini.
(cw1/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PENDIDIKANSiswa SD di Pemalang Diduga Tewas Dibully Kakak Kelas, Pengamat: Jangan Ada yang Tutupi Kebenaran
Rozie Winata·7 menit yang lalu -
NEWS VIDEOSiswa SD Tewas Diduga Dibully, Ahmad Doli: Ini Sudah Keterlaluan
Fadli Tara·23 menit yang lalu -
KRIMINALTiga Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Binjai, Polisi Sita 6,82 Gram Narkoba
hendra·30 menit yang lalu -
KRIMINALEdarkan Sabu dan Ganja di Bantaran Rel Jalan Sutomo, Pria Paruh Baya Diringkus Polisi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANFilep Wamafma Desak Pemerataan Pendidikan Hingga Pelosok Papua Barat
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALAPBN 2027 Jangan Berhenti di Angka, Harus Terasa di Kantong Rakyat
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Hari Ini Dibuka Menguat 18 Poin ke 6.055, Pasar Cermati Data Ekonomi dan Konflik Timur Tengah
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Bentuk Lima Unit BPBD Kecamatan untuk Atasi Karhutla di OKI
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Penyiksaan ABK KM Maulana 23, DPR Desak Perusahaan dan Pelaku Diproses Hukum
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
POLITIKTolak Parliamentary Threshold 5 Persen, Partai Gelora: Jangan Batasi Suara Rakyat
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan