Nusantaraterkini.co, AMERIKA SERIKAT – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen terhadap chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berperforma tinggi. Kebijakan ini turut menyasar prosesor unggulan buatan Nvidia dan Advanced Micro Devices (AMD).
Mengacu laporan Reuters, Sabtu (17/1/2026), kebijakan tersebut diambil usai penyelidikan selama sembilan bulan berdasarkan Section 232 Trade Expansion Act of 1962. Pemerintah AS menilai ketergantungan tinggi terhadap impor semikonduktor canggih berpotensi mengancam keamanan nasional serta stabilitas ekonomi domestik.
Salah satu produk yang terdampak adalah chip Nvidia H200, termasuk semikonduktor sekelas AMD MI325X. Tarif ini juga berlaku untuk perangkat yang menggunakan chip tertentu dengan spesifikasi kinerja tinggi sesuai ambang batas yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga : Mahkamah Internasional Sebut Israel Harus Izinkan Bantuan Masuk ke Gaza
Gedung Putih menyebut Amerika Serikat saat ini hanya mampu memproduksi sekitar 10 persen dari total kebutuhan chip nasional, sehingga ketergantungan pada pasokan luar negeri dinilai berisiko.
“Ketergantungan tersebut menciptakan risiko besar terhadap ketahanan ekonomi dan keamanan nasional,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan tarif ini bersifat selektif. Chip dan perangkat yang diimpor khusus untuk pusat data di AS, startup teknologi, aplikasi konsumen nonpusat data, sektor industri sipil, serta kebutuhan lembaga publik dikecualikan dari tarif tersebut.
Baca Juga : Istri Syok Lihat Bukti Perselingkuhan Suami dan Ibu Kandung, Rumah Tangga 23 Tahun Hancur Seketika
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, juga diberikan kewenangan untuk menetapkan pengecualian tambahan sesuai kebutuhan strategis nasional.
Hingga kini, Nvidia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebijakan tersebut. Sementara AMD menyatakan akan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.
“Kami selalu mematuhi hukum serta kebijakan pengendalian ekspor Amerika Serikat,” ujar AMD dalam pernyataan singkatnya.
Baca Juga : 18 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Banjir dan Hujan Lebat di Pakistan
(Dra/nusantaraterkini.co).
