Kasus Penganiayaan di Cengkareng Disorot DPR, Polri Didesak Tegas dan Tidak Reaktif
Kasus penganiayaan terhadap korban bernama Darwin di Cengkareng, Jakarta Barat, yang dipicu teguran soal kebisingan drum oleh tetangganya
Nusantaraterkini.co, JAKARTA– Kasus penganiayaan terhadap korban bernama Darwin di Cengkareng, Jakarta Barat, yang dipicu teguran soal kebisingan drum oleh tetangganya, kini menjadi sorotan politik di Senayan.
Komisi III DPR mendesak kepolisian bertindak tegas dan tidak memberi ruang bagi tindakan arogan di tengah masyarakat.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, meminta Kapolres Jakarta Barat menindak pelaku tanpa kompromi. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap warga yang menyampaikan keberatan secara wajar tidak bisa ditoleransi.
“Jangan ada toleransi terhadap pihak yang bertindak sewenang-wenang dan mengintimidasi warga,” tegas politikus Gerindra ini, Kamis (12/2/2026).
Di sisi lain, Anggota Komisi III DPR Abdullah, melihat kasus ini sebagai alarm atas lemahnya pencegahan konflik di tingkat RT/RW. Ia mendesak Polri memperkuat literasi hukum dan pemahaman HAM melalui peran Bhabinkamtibmas dan Polisi RW.
Menurutnya, berbagai regulasi soal kebisingan, pembakaran sampah, hingga pencemaran lingkungan sudah jelas. Masalahnya bukan pada ketiadaan aturan, melainkan minimnya edukasi dan deteksi dini.
“Negara jangan hadir setelah kekerasan terjadi. Pencegahan harus diperkuat,” ujarnya.
Ia menilai, kasus Cengkareng kini bukan sekadar perkara pidana biasa, melainkan ujian bagi Polri dan pemerintah daerah: apakah penegakan hukum benar-benar tegas dan berkeadilan, atau kembali berhenti pada respons setelah viral.
Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (7/2/2026) bermula saat korban berinisal D menegur terduga pelaku yang merupakan tetangganya bermain drum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut, berdasarkan laporan, korban mengaku dicekik hingga ditendang oleh pelaku.
"Korban menegur terlapor terkait suara drum yang mengganggu. Korban dianiaya, dicekik, dipiting, ditendang, dan dipukul," ungkap Budi.
Akibat peristiwa tersebut, korban kemudian membuat laporan di Polres Metro Jakarta Barat.
Budi melanjutkan, tak hanya korban, pelaku juga turut membuat laporan polisi terkait tentang adanya ancaman.
"Begitu juga si terlapor, pelaku yang melakukan penganiayaan juga membuat laporan polisi, terkait dengan adanya ancaman pengrusakan apabila tidak berhenti bermain drum yang mengganggu ketertiban umum," jelasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·34 menit yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·42 menit yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSPastikan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar, Kapolres Binjai Audit SPPG di Sendang Rejo
hendra·2 jam yang lalu -
POLITIKSoroti Ranperda Pajak, Fraksi PKS DPRD Medan Minta Pemko Jaga Daya Beli Warga
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWADemo DPRD Sumut, KAMMI Soroti Seleksi KPID dan Alokasi Dana Reses
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKNusron Wahid Akui Mundur dari Kepengurusan Golkar, Alasan Diserahkan ke Bahlil
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan