Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

TKN Prabowo-Gibran : Musuh Kita Bukan Anies-Muhaimin Maupun Ganjar-Mahfud Melainkan Kemiskinan

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menganggap Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud, bukanlah musuh.

Pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang diadakan oleh Bawaslu RI, Senin (27/11/2023).(Tangkapan Layar YouTube KompasTV)
Pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang diadakan oleh Bawaslu RI, Senin (27/11/2023).(Tangkapan Layar YouTube KompasTV)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Tim Kampanye () Subianto- Rakabuming Raka menganggap Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD bukanlah musuh.

TKN Prabowo-Gibran menyebut, musuh yang sebenarnya adalah kemiskinan di . Hal tersebut disampaikan oleh Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani dalam sambutannya, seperti dibacakan oleh Komandan TKN Fanta (Pemilih Muda) Prabowo-Gibran, Arief Rosyid dalam acara bedah buku " Gemoy" Keberpihakan Pemuda pada Prabowo-Gibran".

"Musuh kita bukanlah Anies-Muhaimin maupun Ganjar-Mahfud. Tapi musuh kita adalah kemiskinan, keterbelakangan, dan hal-hal yang menghambat kemajuan bangsa," ujar Arief di Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024), dilansir Kompas.com.

Arief menyampaikan, sudah pernah mengatakan bahwa Menteri Pertahanan tersebut akan merangkul semua pihak jika menang Pilpres 2024.

Jika gagal, Prabowo berkomitmen akan mendukung yang terpilih.

"Ketulusan membangun itulah yang menyentuh hati rakyat. Kerendahan hati dari Pak Prabowo dan Mas untuk tidak membalas serangan dan ejekan secara agresif mendapat simpati. 'Kita senyumin saja. Kita jogetin saja', kata Pak Prabowo. Dan frase itu pun jadi viral," tutur dia.

Menurut Arief, anak muda memandang Prabowo-Gibran sebagai paslon yang ingin membangun Indonesia, bukan sekadar memenangkan kompetisi.

Dia menyebut narasi Prabowo-Gibran fokus ingin mewujudkan Indonesia Emas, bukan menjatuhkan lawan.

 "Itulah awal mula politik gemoy. Keinginan Presiden Jokowi dan para ketua partai di Koalisi Indonesia Maju agar berlangsung damai dan adem menemukan bentuk visualnya dalam gemoy. Pak Prabowo bukan sosok yang menakutkan. Politik bukan ranah yang menyeramkan," ucap Arief.

"Mewujudkan Indonesia Emas tidak harus dengan kening yang berkerut. Ya, Prabowo-Gibran punya visi, misi, dan program-program yang mumpuni. Yang disiapkan secara serius dengan pertimbangan yang matang. Tapi bukan berarti kita tidak bisa membahasnya dengan positif dan riang," kata dia.

Arief mengatakan, setelah pengalaman mengikuti Pemilu 2019 yang cukup melelahkan secara emosional, ada keinginan yang kuat di kalangan masyarakat agar menjadi pemilu yang menyatukan, bukan yang memecah belah.

Akan tetapi, Pemilu 2024 harus menjadi ajang adu gagasan, bukan adu identitas.

Dengan begitu, menjadi ranah yang riang gembira, bukan yang penuh kebencian.

"Kenapa tidak, setelah membahas strategi pembangunan, kita tutup dengan joget? Dan semangat positif itulah yang ditanggapi secara positif juga oleh anak-anak muda Indonesia. Anak muda mengapresiasi hal itu dan Prabowo-Gibran mengapresiasi anak muda," ujar Arief. (rsy/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru