Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Dalam meningkatkan kreativitas dan pembinaan warga binaan, Kepala Lapas Pangururan berikan pelatihan dan pembinaan mengayam bahan dasar eceng gondok sehingga menghasilkan barang bernilai ekonomi.
Gulma air eceng gondok yang selama ini kerap dianggap pengganggu di perairan, kini menjelma menjadi berkah ekonomi bagi para pegiat kerajinan dan para narapidana Pangururan.
Baca Juga : Aksi Bersama Bersihkan Eceng Gondok di Danau Toba Desa Palipi
Pelatihan telah diberikan untuk kedua kalinya, pelatihan pertama beberapa bulan lalu dan sekarang pelatihan ke dua kalinya akan dilaksanakan selama 10 hari kedepan yang diikuti sebanyak 20 orang warga binaan.
Pemberian pelatihan diberikan oleh salah satu pegiat kerajinan menganyam berbahan dasar eceng gondok, pelatihan tersebut tidak hanya sekedar pembinaan tetapi melatih berpikir untuk mengolah apa yang ada menghasilkan sebuah karya bernilai ekonomis.
Kalapas Pangururan Jeremia Leonta Sinuraya, membenarkan pemberian pelatihan menganyam eceng gondok diberikan kepada para warga binaan.
"Hari ini telah dilaksanakan pelatihan menganyam dari bahan dasar eceng gondok, diharapkan pada pertemuan ini warga binaan mendapatkan ilmu dari pelatihan tersebut, sehingga nantinya bebas dapat menciptakan dan menghasilkan produk UMKM bernilai ekonomis,"ucapnya, Senin (20/10/2025).
Baca Juga : Kodim 0207/Simalungun Rutin Bersihkan Danau Toba dari Serbuan Eceng Gondok
Jeremia juga mengatakan bahwa alasannya membuat pelatihan dan libatkan UMKM, untuk dapat menciptakan keterampilan baru bagi para narapidana.
"Pelatihan yang melibatkan UKM digelar agar warga binaan mendapatkan keterampilan kreatif dan bernilai ekonomi, respon dari warga binaan juga baik dan pelatihan menganyam berbahan dasar limbah eceng gondok sangat dibutuhkan sehingga ketika bebas dapat menciptakan keterampilan yang baru,"imbuhnya.
Tindak lanjut kedepan, bahwa Lapas Pangururan akan bekerjasama dengan pelatih dari UMKM memasarkan produk yang akan diciptakan oleh para warga binaan, nantinya akan dipasarkan di Kabupaten Samosir dan Sumatera Utara.
Pelatih Pengayaman Eceng Gondok, Tabita Nainggolan, mengungkapkan bahwa untuk antusias warga binaan cukup tinggi.
"Antusias warga binaan cukup tinggi, apalagi memasuki hari kelima kita memotivasi mereka dari hari pertama lalu kedua yang dimana hasilnya semakin bagus dan memberikan semangat bahwa ini akan berlanjut, setelah 10 hari nanti hasil kerajinan mereka akan di suplai ke saya dan akan dijual kembali,"tambahnya.
Tabita juga mengapresiasi kerja keras narapidana telah mampu membuat aqua kotak tisu, tas, kotak dan ke depannya akan membuat topi maupun karpet.
"Hasil kerajinan buatan napi seperti aqua, kotak tisu, tas, nantinya akan membuat topi dan karpet, untuk pangsa pasar saat ini sangat bagus karena kita promosi melalui instagram, tiktok dan WhatsApp bahkan kalau kerjasama dengan hotel-hotel di Samoair juga akan semakin bagus,"ujarnya.
Baca Juga : TNI dan Masyarakat Aksi Bersama Bersihkan Eceng Gondok di Kawasan Danau Toba Desa Palipi
Hambatan pelatih sejauh ini hanya terkendala ketika para warga binaan ingin menganyam di kamar tidak di perbolehkan karena tempat menganyam sudah disediakan dan benda tajam seperti piso.
"Sejauh ini tidak ada kendala baik bahan baku maupun yang lainya, Untuk ketersediaan bahan baku eceng gondok melimpah di Danau Toba karena memang pertumbuhannya sangat cepat dan masif, hanya saja ketika napi ingin menganyam di kamar tidak bisa karena tempat khusus menganyam telah disediakan dan ada nya benda tajam seperti piso, gunting,"tutupnya.
(Jas/Nusantaraterkini.co)
