Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Efek Ganja Bikin Cemas dan Pusing? Ini 6 Cara Aman Mengatasinya

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi ganja. (Foto: getty image)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Efek ganja bisa muncul tanpa diduga dan sering bikin tidak nyaman. Mulai dari rasa cemas, mengantuk berlebihan, mulut kering, hingga perubahan suasana hati. Mengetahui cara mengurangi efek ganja penting agar kondisi tubuh dan pikiran cepat kembali normal serta terhindar dari risiko yang lebih serius.

Efek tersebut berasal dari THC (tetrahydrocannabinol), senyawa aktif dalam ganja yang memengaruhi otak dan sistem saraf. Reaksi tiap orang bisa berbeda, tergantung dosis, cara penggunaan (dihisap, diuapkan, atau dikonsumsi), kondisi fisik, hingga apakah dikombinasikan dengan alkohol atau obat tertentu.

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan waktu untuk memetabolisme THC. Meski tidak ada cara instan untuk menghilangkannya, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan yang muncul.

Baca Juga : Ini Manfaat Berendam di Air Es dan Cara Melakukannya

1. Perbanyak minum air putih

Hidrasi adalah langkah paling sederhana namun penting. Efek ganja sering memicu mulut kering, pusing, dan mual ringan akibat dehidrasi. Minumlah air putih secara bertahap meski tidak merasa haus.

Hindari alkohol, minuman manis, dan kafein karena dapat memperparah dehidrasi. Air membantu kerja ginjal membuang sisa THC lewat urine sehingga tubuh lebih cepat pulih.

Baca Juga : Manfaat Air Rebusan Mengkudu yang Wajib Kalian Ketahui

2. Konsumsi makanan ringan dan bergizi

Ganja bisa membuat nafsu makan meningkat drastis atau justru menimbulkan mual. Pilih makanan yang ringan dan mudah dicerna seperti nasi, roti tawar, bubur, biskuit, atau buah segar.

Asupan makanan sehat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah tubuh terasa lemas atau pusing. Jika sulit makan banyak, cukup konsumsi dalam porsi kecil namun sering.

Baca Juga : RS Jiwa Prof Ildrem Siapkan Beragam Kegiatan untuk Rangsang Kreativitas Pasien ODGJ

3. Istirahat dan tidur yang cukup

Rasa mengantuk setelah terpapar ganja adalah sinyal alami tubuh. Jangan dipaksakan untuk tetap beraktivitas. Beristirahat di tempat yang tenang membantu tubuh memproses THC secara alami.

Jika sulit tidur karena cemas, lakukan teknik relaksasi sederhana seperti menarik napas dalam-dalam atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Baca Juga : Pascabanjir, IGD dan ICU RSUD Langsa Berangsur Aktif, Layanan Prioritas Kembali Beroperasi

4. Hindari alkohol, kafein, dan obat lain

Mengombinasikan ganja dengan alkohol atau obat tertentu bisa memperberat efek samping, seperti jantung berdebar, mual, hingga gangguan kesadaran. Interaksi zat-zat tersebut juga berisiko bagi jantung dan sistem saraf.

Sebaiknya biarkan tubuh fokus memulihkan diri tanpa tambahan zat lain.

Baca Juga : KAI Sumut Berikan Layanan Kesehatan Gratis ke 200 Warga Lewat Rail Clinic di Stasiun Siantar

5. Cari suasana aman dan menenangkan

Sebagian orang mengalami kecemasan atau panik setelah mengonsumsi ganja. Jika itu terjadi, segera menjauh dari keramaian dan cari tempat yang nyaman.

Duduk atau berbaring santai, fokus pada pernapasan perlahan, dan hindari aktivitas berisiko seperti menyetir atau mengambil keputusan penting.

Baca Juga : Kahiyang Ayu Siap Berkolaborasi Tangani Kanker Payudara, Terima Audiensi Tim Peneliti FK USU dan SDGHI

6. Minta bantuan orang terdekat

Jangan ragu meminta ditemani keluarga atau teman tepercaya. Kehadiran orang lain bisa membantu menenangkan pikiran dan memberi rasa aman.

Orang terdekat juga dapat memantau kondisi Anda dan segera mencari bantuan medis bila muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Waspadai Tanda Bahaya Efek Ganja

Segera cari pertolongan medis jika muncul gejala seperti:

Jantung berdebar sangat cepat atau tidak teratur

Halusinasi berat, kebingungan ekstrem, atau perilaku tidak wajar

Muntah terus-menerus, sesak napas, atau pingsan

Kejang atau penurunan kesadaran

Meski efek ganja umumnya bersifat sementara, penggunaan berulang dalam jangka panjang berisiko memicu gangguan mental, ketergantungan, serta penurunan fungsi belajar dan produktivitas.

Jika keluhan tak kunjung membaik, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Peringatan: Ganja merupakan narkoba golongan satu yang dilarang keras oleh hukum. Bila kedapatan menguasai, mengedarkan, maka akan terjerat dengan masalah hukum hingga berakhir di penjara. Sebaiknya hindari mengkonsumsi ganja (narkoba).

(Dra/nusantaraterkini.co).