Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Suasana mencekam menghantui Eks Bangunan SMP Negeri 2 Pertumbukan, Galang, Kabupaten Deli Serdang, jelang tengah malam, Senin (14/7/2025).
Kepala daerah dan aparatur negara yang seyogiyanya memberikan perlindungan kepada warga masyarakatnya, tiba-tiba 'bak kesetanan' tengah malam mendatangi sekolah yang biasanya masih ditempati oleh anak-anak MTS Al-Washliyah untuk mengenyam pendidikan.

Mirisnya, kedatangan aparatur di waktu-waktu pergantian hari itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo. Kedatangan mereka bukan malah menenangkan suasana yang pada Senin siangnya suara tangis siswa-siswi sempat memecah halaman sekolah. Bukan pula meredakan teriakan histeris dan kecaman-kecaman dari siswa dan kader Al-Washliyah. Dan bukan pula merespons jeritan siswi yang sempat minta pertolongan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Malah Kepala Daerah dan aparatur Pemkab Deli Serdang seperti ingin meledakkan api dalam sekam. Suasana yang masih panas seolah hendak dibakar begitu saja. Tanpa menghiraukan suara jerit tangis, minta tolong, hingga kecaman.
Kedatangan mereka tengah malam ini hanya untuk menyegel alias menggembok kembali seluruh pagar dan ruangan sekolah. Padahal Senin (14/7/2025) siang, segel/gembok pagar telah dibuka oleh Pimpinan DPRD Deli Serdang.

Di lihat Nusantaraterkini.co pada video-video penggembokan sepihak yang dibagikan oleh akun Facebook Ilham Fauzi Munthe, yang diketahui merupakan kader Al-Washliyah dan mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Kota Medan.
Tampak dalam satu di antara banyak video, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo yang mengenakan kaos hitam, memasang gembok di pagar gerbang utama pintu masuk ke halaman sekolah. Lom Lom terlihat didampingi puluhan Petugas Satpol PP.
"Sepertinya BUPATI Deli Serdang WAKIL BUPATI Deli Serdang memang manusia yang tidak punya MATA, tidak punya HATI, malam ini PEMKAB DELI SERDANG KEMBALI MENYEGEL SEKOLAH AL WASHLIYAH PERTUMBUKAN GALANG DELI SERDANG" tulis Ilham sembari menyertakan beberapa video penyegelan tengah malam.
Pada video lain yang dibagikannya, Ilham juga menyertakan teks penuh emosional.
"MENDIDIH DARAH INI MELIHAT KELAKUAN PEMKAB DELI SERDANG, MELAKUKAN PENYEGELAN KEMBALI TERHADAP SEKOLAH AL WASHLIYAH, TANPA SE IZIN WASHLIYAH MASUK KE TANAH AL WASHLIYAH.
TIDAK ADA HAK KALIAN MASUK KE DALAM TANPA SE IZIN WASHLIYAH, TANAH ITU SUDAH MILIK AL WASHLIYAH YG BERKEKUATAN HUKUM DAN ITU SUDAH DI AKUI ACI BUPATI DELI SERDANG, TAPI KENAPA GAYA-GAYA PREMAN SEPERTI ITU KALIAN LAKUKAN
SANGAT BIADAP KELAKUAN KALIAN" tulisnya di akun facebooknya, Selasa (15/7/2025) dini hari, sekitar Pukul 00.23 WIB.
"Kelakuan Pemkab Deli Serdang sepertinya sudah tidak bisa ditoleransi.
PANGGILAN JIHAD SAATNYA DISERUKAN" tulisnya pada bagian video lain yang memperlihatkan Petugas Satpol PP menggemboki ruangan-ruangan di bangunan sekolah tersebut.

Sementara, Ketua Ikatan Sarjana Al-Washliyah (ISARAH) Sumut Abdul Thaib Siahaan juga mengungkap kekecewaannya atas tindakan aparatur Pemkab Deli Serdang yang kembali menyegel pagar dan pintu-pintu ruangan sekolah bangunan Eks SMPN 2 Pertumbukan, yang masih digunakan untuk belajar mengajar MTS Al-Washliyah.
"PEMKAB DELI SERDANG TIDAK HARGAI LEMBAGA DPRD DELI SERDANG YANG TELAH MEMBUKA GERBANG SEKOLAH MTS ALWASHLIYAH....
Kalau Lembaga Rakyat saja tak dihargai Bupati, jadi lembaga apalagi yang dihargainya di Indonesia ini.." tulis Abdul di akun Facebooknya.
Diketahui, pada hari sebelumnya, yakni Minggu (13/7/2025) aparatur Pemkab Deli Serdang sudah melakukan penyegelan bangunan sekolah tersebut. Penyegelan yang dilakukan sejumlah aparatur yang diperintahkan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan itu mengakibatkan siswa-siswi MTS Al-Washliyah yang keseluruhan merupakan warga masyarakat Kabupaten Deli Serdang, tak bisa masuk ke gedung sekokah untuk mengikuti proses belajar mengajar pada Senin (14/7/2025) pagi.
Akhirnya mereka terpaksa belajar di luar bangunan alias di jalan-jalan dekat tembok bangunan gedung sekolah. Para guru pun tetap memberikan motivasi kepada ratusan siswa-siswa yang duduk di jalanan di depan tembok sekolah.
Sekadar diketahui, gugatan atas pertapakan lahan Gedung Eks SMPN 2 Pertumbukan dimenangkan oleh Al-Washliyah sebagai wakaf. Sedangkan bangunannya masih dinyatakan sebagai aset Pemkab Deli Serdang. Namun polemik pengusiran itu baru muncul saat Asri Ludin Tambunan menjabat sebagai Bupati Deli Serdang.
Menjerit Menohon Bantuan Presiden Prabowo
Pada Senin (14/7/2025) siang, segel pagar sempat berhasil dibuka karena turunnya sejumlah Pimpinan DPRD Deli Serdang ke lokasi sekolah. Ratusan siswa-siswi pun langsung menduduki halaman sekolah.
Pada kesempatan bertemu Pimpinan DPRD Deli Serdang itu, seorang siswi MTS Al-Washliyah bernama Refa sempat mengungkap isi hatinya mewakili siswa-siswi sekolah tersebut. Refa berharap DPRD hingga Presiden Prabowo Subianto bisa membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di sekolah mereka.
"Pak Prabowo, Pak DPRD, tolong kami Pak. Kami sekolah ingin damai Pak," ucap Refa dengan pengeras suara di hadapan Ketua DPRD Deli Serdang Zakky Shahri dan beberapa Wakil Ketua DPRD Deli Serdang.
Refa pun bercerita, ia dan pelajar lainnya sudah datang sejak pagi ke lokasi sekolah itu namun tidak diizinkan masuk oleh petugas dari Satpol PP yang menjaga sekolah.
"Kami dari pagi, kami nungguin nggak dibuka-buka gerbangnya Pak untuk sekolah Pak. Kami butuh belajar dengan tenang Pak," ucapnya lagi dengan raut wajah sedih.
Refa pun mengungkap gedung tempat mereka sekolah sebelumnya sering dilempar batu.
"Tiap hari kami digangguin Pak, dilempari seng kami pakai batu Pak. Tolong kami Pak," ungkapnya dengan suara terisak dan menitikkan air mata.
Merespons harapan siswa, Ketua DPRD Deli Serdang Zakky Shahri menyebut gedung sekolah memang milik Pemkab Deli Serdang, namun tanahnya milik Al-Washliyah. Untuk itu, Zakky menyebut anak-anak sekolah Al-Washliyah itu tetap bisa belajar di lingkungan sekolah mereka.
"Hari ini saya turun bersama Pak Hamdani terkait dengan adanya penyegelan sekolah. Permasalahan awal Pemkab mengakui bahwa gedung milik mereka sehingga melarang adik-adik belajar di gedung. Kita jelaskan kalau tanah ini milik Al-Washliyah dan gedung milik Pemkab," ujar Zakky.
Zakky menyayangkan sikap Pemkab Deli Serdang yang menyegel gedung bangunan sekolah itu. Padahal, lanjut Zakky, dari penjelasan pihak Al-Washliyah, sudah ada pertemuan sebelumnya dengan Pemkab Deli Serdang.
"Kita akan panggil pihak Pemkab untuk duduk cari solusi. Kalau ada SMP 2 mau belajar dibuatlah jamnya berbeda. Bisa Al Washliyah pagi atau SMP 2 yang pagi, bergantian," kata Zakky.
Zakky menilai tidak pernah ada Pemerintah melakukan penyegelan terhadap sekolah. Oleh karena itu, dia menilai Pemkab Deli Serdang yang dipimpin Bupati Asri Ludin Tambunan tidak sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
"Kita sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Pemkab Deliserdang saat ini dimana Pemkab selalu menggaungkan asta cita Pak Prabowo Subianto. Asta Cita Pak Prabowo itu tentang pendidikan dan ketahanan pangan yang utama. Kenapa Pak Bupati sangat tidak mendukung," sebutnya.
Ketua DPC Gerindra Deli Serdang ini memastikan siswa sekolah Al-Washliyah itu akan tetap belajar di lokasi itu. Karena gedung sekolah disegel Pemkab Deli Serdang, Zakky menyebut nantinya akan ada tenda yang dibangun sebagai tempat anak-anak sekolah.
(fer/nusantaraterkini.co)
