Nusantaraterkini.co - Puskesmas Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, kembali menerima 19 warga yang diduga mengalami keracunan makanan saat acara haul, Selasa (4/6/2024).
Dengan penambahan tersebut, maka total warga yang diduga keracunan makanan menjadi 93 orang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Sarifah Sofiah mengatakan, 15 warga mendapat perawatan di Puskesmas Cipaku.
Sementara, empat orang lainnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Baca Juga : Dinkes Sumut Ungkap Penyebab 134 Siswa SMP di Laguboti Keracunan MBG
"Mereka ini yang dirujuk ke rumah sakit karena dalam kondisi dehidrasi berat, kemudian EKG. Kita tidak ingin kecolongan seperti kemarin," kata Sarifah, saat ditemui di Puskesmas Cipaku.
Saat ini, Puskesmas Cipaku dijadikan pusat perawatan untuk korban dugaan keracunan makanan.
Apabila kondisi kesehatan warga cukup berat, maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit
Baca Juga : Kondisi 95 Siswa Keracunan MBG di Toba Telah Pulih, Pemerintah Masih Uji Sampel Muntahan dan Menu Makanan
"Yang paling dekat dengan warga ya di puskesmas ini. Jadi di sini untuk rujukan. Semua yang datang nanti di lihat, kalau misalkan urgent harus perawatan maka terus dirujuk," ujar Sarifah.
Dugaan sementara penyebab keracunan massal ini berasal dari telur balado yang dibagikan kepada warga usai acara haul.
"Kalau dugaan sementara dari hasil wawancara itu adalah telur balado, dari bumbunya sudah mulai basi, rasanya sudah asam," kata dia. "Tapi untuk memastikan secara medis kita masih menunggu hasil laboratorium apakah mengandung bakteri atau yang lainnya," imbuhnya.
(mft/nusantaraterkini.co)
Sumber: Kompas.com
Baca Juga : Dijadwalkan Digusur Hari Ini, Pedagang Pasar Sambas Sampaikan Aspirasi
