Tawarkan Empat Proyek Hilirisasi, Sumsel Bidik Investasi US$ 76 Juta
Sumsel menawarkan empat proyek hilirisasi agrobisnis senilai US$76 juta untuk menarik investasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Tim Task Force Percepatan Investasi Provinsi Sumatera Selatan menawarkan empat proyek hilirisasi agrobisnis bernilai gabungan 76 juta dolar AS dalam forum Sriwijaya Economic Forum di Palembang.
"Kami mendorong hilirisasi komoditas unggulan agrobisnis. Ada kelapa, ikan patin, sapi potong, dan udang vaname agar komoditas ini tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang bernilai tambah bagi Sumatera Selatan," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Bambang Pramono, Rabu (4/11/2026).
Langkah strategis tersebut digagas guna mendongkrak nilai tambah komoditas lokal, sekaligus menarik minat para penanam modal untuk memperkuat rantai pasok industri di daerah.
Proyek investasi pertama berfokus pada pembangunan industri pengolahan kelapa di Kabupaten Banyuasin dengan kebutuhan modal mencapai 7,16 juta dolar AS. Inisiatif di Banyuasin ini didukung oleh potensi hasil panen kelapa daerah yang mencatatkan angka 47.456 ton sepanjang tahun 2025.
Pabrik pengolahan tersebut ditargetkan mampu memproduksi minyak kelapa murni (virgin coconut oil / VCO) hingga 1,8 juta liter per tahun serta produk sampingan berupa briket arang.
Proyek kedua menyasar pengembangan kawasan pengolahan ikan patin terintegrasi di Kabupaten Ogan Ilir dengan nilai investasi sebesar 7,8 juta dolar AS.
Kabupaten Ogan Ilir dipilih karena memegang status sebagai sentra budidaya patin dengan total produksi mencapai 4.865 ton pada 2024 atau mengalami lonjakan 51 persen dibanding 2020.
Fasilitas terpadu ini nantinya akan menggabungkan sistem budidaya, pabrik pakan mandiri, hingga unit pengolahan filet beku demi memenuhi pasokan pasar frozen food yang tumbuh subur.
Proyek ketiga mencakup pembangunan sentra peternakan serta pengolahan sapi potong terpadu di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) senilai 27,84 juta dolar AS.
Pengembangan sektor peternakan sapi di OKI dirancang lengkap mulai dari pusat pembibitan, kandang penggemukan,rumah potong hewan, hingga pabrik pakan ternak.
Ketersediaan bahan baku pakan di wilayah ini turut ditopang oleh potensi pasokan bungkil sawit lokal yang mencapai 29.900 ton setiap tahunnya.
Adapun proyek keempat merupakan ekspansi budidaya udang vaname di Kabupaten OKI yang menjadi tawaran terbesar dengan nilai investasi mencapai 33,2 juta dolar AS.
Proyek tambak udang ini disiapkan pada lahan potensial seluas 6.061 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 30 ton per hari, serta peluang perluasan hingga 20.000 hektare.
“Hasil kajian kelayakan menunjukkan seluruh proyek hilirisasi ini memiliki tingkat pengembalian modal (return on investment) antara 17,7 hingga 42 persen dengan masa break even point selama tiga sampai delapan tahun. Sehingga investor masuk ke rantai nilai yang sudah berjalan," jelasnya.
Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel mencatat realisasi penanaman modal di daerahnya hingga triwulan III 2026 telah menembus angka Rp46,54 triliun.
Kepala DPMPTSP Sumsel Lusapta Yudha menyebut iika pencapaian tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 yang dipatok sebesar Rp44,64 triliun atau setara dengan 104,28 persen.
Pemprov Sumsel meyakini capaian positif investasi ini menjadi modal penting untuk mengakselerasi transformasi ekonomi daerah berbasis hilirisasi komoditas unggulan.
“Capaian tersebut menjadi modal penting sekaligus momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kualitas investasi di Sumatera Selatan, termasuk melalui pengembangan hilirisasi komoditas unggulan,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKSBY Prihatin Politik Dalam Negeri Dinilai Kian Liar
Herman Saleh Harahap·Beberapa detik yang lalu -
SUMUTEnam Bakal Calon Ketua KNPI Madina Ambil Formulir Pendaftaran
Herman Saleh Harahap·18 menit yang lalu -
EKONOMIAnggota DPR Soroti Sikap Asuransi yang Enggan Lindungi Kendaraan Listrik
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELTawarkan Empat Proyek Hilirisasi, Sumsel Bidik Investasi US$ 76 Juta
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALRUU Perampasan Aset Harus Kembalikan Uang Korban Kejahatan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KESEHATANWali Kota Medan Ancam Cabut Izin RS yang Tolak Pasien
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDPD Desak Pemerintah Tindak Tegas Korporasi Pembakar Hutan dan Lahan
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KESEHATAN22 Negara Berkumpul di Bali Atasi Krisis Tenaga Kesehatan
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
NEWSKemnaker Gandeng PEI Dorong Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan