Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perkuat Struktur Industri, Sumsel Bangun Pabrik Hilirisasi Kelapa di Banyuasin

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi memulai proyek hilirisasi komoditas perkebunan menjadi energi terbarukan melalui pembangunan pabrik

Perkuat Struktur Industri, Sumsel Bangun Pabrik Hilirisasi Kelapa di Banyuasin. (Foto: istimewa)
Perkuat Struktur Industri, Sumsel Bangun Pabrik Hilirisasi Kelapa di Banyuasin. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, BANYUASIN – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi memulai menjadi terbarukan melalui untuk di .

Pabrik tersebut merupakan industri pengolahan kelapa yang akan memproduksi Coconut Crude Oil (CCO) sebagai atau bahan bakar pesawat berbasis terbarukan.

“Ini menandai komitmen Sumsel mempercepat peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan. Bioavtur ini dibutuhkan maskapai penerbangan dunia sebagai campuran bahan bakar pesawat. Artinya, kita harus siap dengan pasokan kelapa yang memadai,” ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, pemilihan Banyuasin sebagai lokasi pabrik sejalan dengan ketersediaan bahan baku kelapa, luas wilayah, serta dukungan infrastruktur yang memadai.

“Ini merupakan bukti nyata komitmen daerah dalam mempercepat peralihan dari penggunaan energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan kelapa di Banyuasin pada 2024 mencapai 101.641 hektare, dengan produksi sebesar 103.900 ton pada 2023.

Presiden Direktur Green Power Palembang, Emi Sekiya menyebutkan fasilitas produksi ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada April 2027 dengan kapasitas produksi yang cukup besar untuk memenuhi pasar ekspor.

Proyek strategis hasil kolaborasi dengan investor Jepang ini menelan nilai investasi sebesar Rp310 miliar dan diproyeksikan menjadi pendorong transisi energi hijau di wilayah tersebut.

Proyek strategis hasil kolaborasi dengan investor Jepang ini menelan nilai investasi sebesar Rp310 miliar dan diproyeksikan menjadi pendorong transisi energi hijau di wilayah tersebut.

“Pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 30.000 ton per tahun atau sekitar 100 ton per hari. Total investasi mencapai Rp310 miliar dan ditargetkan mampu menyerap sekitar 500 tenaga kerja,” jelasnya.

Ketua Umum Indonesia Japan Business Network, Suyoto Rais, menambahkan bahwa keberlanjutan proyek ini sangat bergantung pada konsistensi pasokan bahan baku, mengingat pabrik membutuhkan sekitar satu juta butir kelapa setiap harinya.

“Dengan infrastruktur jalan yang baik dan pasokan bahan baku cukup, kami optimistis proyek ini berjalan lancar,” pungkasnya.

(Tia/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru