nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ada-ada saja tingkah seorang pemuda di Jombang, Jawa Timur (Jatim), karena tidak ada uang untuk mudik, dia nekat mengaku sebagai korban begal.
Dia adalah Dwi Nur Iman (24). Dia melapor polisi lantaran mengaku menjadi korban begal di jalan lingkar (Ring Road) Mojoagung, Jombang. Ternyata, laporan Dwi soal pembegalan tersebut palsu.
Dilansir detikJatim, Selasa (1/4/2025), Dwi mengaku dibegal 6 pria mengendarai sepeda motor di Jalan Lingkar Mojoagung pada Sabtu (29/3/2025) sekitar pukul 19.20 WIB. Saat itu, Dwi dalam perjalanan mudik dari Malang ke Jombang.
Baca Juga : Deliserdang Resmi Miliki Sirkuit Skateboard Nasional, Bupati: Wadah Prestasi Sekaligus Benteng Sosial
Buruh pabrik kayu di Malang itu mengaku kehilangan tas slempang berisi uang Rp 8 juta dan ponselnya. Kawanan begal juga melukai telapak tangan dan kakinya dengan senjata tajam.
Pihak kepolisan sudah menyelidiki kasus pembegalan tersebut yang ternyata palsu. Pemudik asal Desa Carangrejo, Kesamben ini pura-pura jadi korban begal sebab gagal membawa uang saat pulang kampung.
"Dia membuat alibi yang seharusnya hari raya membawa uang, tidak membawa uang karena uangnya dia habiskan. Dia takut dengan orang tuanya sehingga membuat laporan bohong," kata Kapolsek Mojoagung AKP Yogas, Selasa (1/4/2025).
Baca Juga : Lalu Hadrian: Hidupkan Kembali Semangat Sumpah Pemuda untuk Jawab Tantangan Zaman!
Untuk memuluskan aksinya, Dwi bahkan nekat melukai dirinya sendiri. Dwi sendiri sudah mengakui perbuatannya tersebut dan membuat laporan palsu terkait pembegalan.
"Untuk mengelabui polisi, ia melukai dirinya pakai kawat, termasuk di kakinya juga dia sayat sendiri seolah-olah dia dibacok begal, padahal tidak," ujarnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Fenomena Kepala Daerah Naikan PBB Ugal-ugalan, Pengamat: Masyarakat Tak Percaya Pemerintahan Prabowo
