Nusantaraterkini.co - Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Uno tidak memberikan jawaban jelas saat ditanya sikapnya bila ditawarkan masuk dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Jadi pertama-tama sebagai yang kalah kita jangan berandai-andai, kebetulan paslon yang kami usung belum berhasil. Tapi, saya sangat berterima kasih bahwa diberi kesempatan berjuang dengan Bapak Ganjar dan Bapak Mahfud," kata Sandi di sela mengunjungi Tuksedo Studio, di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (7/3/2024), dikutip dari CNN Indonesia.
"Nah, mengenai bagaimana ke depannya, kita jangan berandai-andai dulu. Kita tahu diri, lah, kita melipir. Kita segera akan berakhir, kita pastikan dulu dan pemerintahan ke depan ini yang akan mengambil keputusan. Dan, setiap keputusannya kita berikan penghormatan, dukungan menuju Indonesia emas 2045 bisa tercapai," imbuhnya.
Baca Juga : Menparekraf Sandiaga Uno Tak Setuju "Study Tour" Ditiadakan
Sandi juga menegaskan, sikap PPP ke depan, apakah akan bergabung dengan pihak pemenang pemilu atau menjadi oposisi, akan ditentukan sepenuhnya oleh pimpinan partai.
Akan tetapi, dia menegaskan, status PPP saat ini merupakan partai politik yang mendukung pemerintahan Presiden Jokowi.
"Yang pertama harus memberikan klarifikasi kalau PPP per hari ini adalah partai yang ada di pemerintah bapak Jokowi. Ada dua menteri, satu wakil menteri. Untuk keputusan ke depan tentu pimpinan partai yang berwenang menentukan. Tapi PPP per hari ini adalah mendukung pemerintah," kata Sandi.
Baca Juga : Jawaban Sandiaga Uno Ketika Diusung Maju di Pilkada Jakarta
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu mengungkapkan, masyarakat luar negeri menilai positif terkait kondisi politik Indonesia, karena berhasil diselenggarakannya pemilu lancar dan damai.
Apresiasi itu, kata Sandi, diketahui saat menggelar roadshow ke Australia, India, Jepang dan Singapura, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.
"Dan dalam pertemuan-pertemuan itu, Indonesia diapresiasi bahwa pemilu yang sudah digelar ini bisa berlangsung relatif lancar damai dan aman. Ini diapresiasi, karena lebih dari 200 juta pemilih, nah tentang isu bergabung dengan pemerintah dan lainnya sebagainya itu tentunya prerogatif pemerintah terpilih nantinya," ujarnya.
Baca Juga : Arsul Sani Bantah Tuduhan Ijazah Palsu, Pamerkan Dokumen Doktor dan Foto Wisuda
Sandi juga menyatakan bahwa setiap keputusan pemerintahan yang baru merupakan keputusan dari presiden yang terpilih di Pemilu 2024.
"Setiap keputusan dari pemerintahan yang terpilih nanti dari presiden yang terpilih. Saya menyakini bahwa akan menjadi hal-hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia dan dunia melanjutkan kesuksesan pemerintahan Bapak Jokowi," ujarnya.
"Tentunya, kita harapkan keberlanjutan pemerintahan ini bisa membuahkan hasil-hasil yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya berkaitan kesejahteraan masyarakat, keluhannya harga-harga bahan pokok biaya hidup yang tinggi, lapangan kerja," lanjutnya.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: CNNIndonesia.com
