Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Menguat, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini Jumat 23 Oktober 2026

IHSG menguat 1,31% ke 5.398,07 pada 22 Oktober 2026. Simak proyeksi indeks dan rekomendasi saham MDKA, ADMR, BULL, BRMS hingga UNVR.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€“ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Sejumlah saham unggulan, terutama dari sektor perbankan dan pertambangan, mencatat kenaikan dan menjadi perhatian investor menjelang perdagangan Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.398,07 atau naik 1,31% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 5.185,53 hingga 5.405,98. Data ini berbeda dari angka 5.387,90 yang tercantum dalam bahan awal sehingga perlu disesuaikan dengan data bursa. ๎ˆ€cite๎ˆ‚turn861199search2๎ˆ

Penguatan indeks terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap prospek klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), serta kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah dan mendukung perekonomian nasional.

Saham Perbankan dan Tambang Menguat

Sejumlah saham berkapitalisasi besar mencatat kenaikan pada perdagangan Kamis. Dalam data yang tercantum pada bahan awal, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 3,20% ke Rp2.900 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 4,05% ke Rp3.850 per saham. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut naik 3,77% ke Rp2.200 per saham.

Penguatan juga terlihat pada saham sektor pertambangan. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 4,41% ke Rp2.840, sedangkan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 2,96% ke Rp139 per saham.

Adapun saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatat kenaikan 4,92% ke Rp3.410 per saham.

Kenaikan saham-saham tersebut menunjukkan adanya minat beli pada sejumlah emiten unggulan. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati keberlanjutan momentum penguatan, terutama di tengah ketidakpastian eksternal dan potensi volatilitas pasar.

Sentimen MSCI dan Kebijakan BI Jadi Perhatian

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti perhatian investor terhadap kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. Respons pemerintah terhadap isu tersebut juga menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar.

Dari sisi domestik, kebijakan Bank Indonesia dalam mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75% disebut menjadi salah satu sentimen yang mendukung pasar. Bahan awal juga menyebut kenaikan suku bunga fasilitas deposito menjadi 5% sebagai bagian dari upaya menjaga daya tarik aset rupiah dan mendukung stabilitas nilai tukar.

Kebijakan moneter tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah, menopang pertumbuhan ekonomi, serta mengendalikan inflasi dalam sasaran yang ditetapkan BI. Namun, arah pergerakan pasar tetap dipengaruhi perkembangan global, arus modal asing, dan respons investor terhadap risiko pasar saham Indonesia.

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Untuk perdagangan Jumat (23/10/2026), analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 5.458โ€“5.563. Investor juga perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 5.332โ€“5.366. Proyeksi tersebut merupakan analisis teknikal, bukan kepastian pergerakan indeks. ๎ˆ€cite๎ˆ‚turn928276view0๎ˆ

Dalam pilihan saham, Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL).

Sementara itu, MNC Sekuritas memasukkan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dalam daftar saham yang dapat dicermati.

Pilihan saham tersebut dapat menjadi bahan pemantauan investor, tetapi keputusan transaksi sebaiknya tetap mempertimbangkan harga terkini, likuiditas, volume perdagangan, tren teknikal, serta profil risiko masing-masing.

Pelaku pasar juga perlu mencermati apakah penguatan IHSG mampu berlanjut atau justru diikuti aksi ambil untung setelah kenaikan sehari sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor setelah melakukan analisis mandiri dan mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait