Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rocky Gerung Sebut Bobby Nasution Bakal Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Komentator politik sekaligus akademikus, Rocky Gerung menyebut kalau Bobby Nasution, menantu Presiden ke-7 RI, Jokowi bakal menjadi tersangka

Bagikan:
Rocky Gerung. (Foto: istimewa)
Rocky Gerung. (Foto: istimewa)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN - Komentator sekaligus , kalau , , bakal menjadi dalam di

Hal ini dikatakannya melalui akun TikTok atas nama Always With. R. Dalam video perbincangan itu, Rocky mengatakan kalau Sumatera Utara, Bobby Nasution telah dipanggil KPK.

Baca Juga : KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT, Termasuk Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting

"Belum dipanggil, masih berpotensi dipanggil," kata narasi dakam video itu. Namun Rocky mengatakan kalau itu cerita warung kopi dan menurut lembaga survey. Kalau menurut lembaga Intel, kata Rocky, pasti .

Baca Juga : Usai Seret Kadis PUPR Sumut, KPK Bidik Bobby Nasution Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalan

"Jadi Bobby bisa tersangka? Terus kalau Bobby tersangka, akan kenak keluarga yang lain enggak?," tanyak seorang pria kepada Rocky dalam video yang dilihat nusantaraterkini.co, Jumat (25/7/2025).

Rocky menjawab kalau keluarga Jokowi kena kalau Presiden ke-8 memutuskan akan melakukan radikal break. 

Baca Juga : Apresiasi OTT KPK Terhadap Kadis PUPR Sumut, CSI Desak Bobby Nasution Diperiksa

Saat ditanya apakah Bobby Nasution sengaja ditarget atau tidak, Rocky mengatakan bukan sengaja ditarget, memang ada potensi Bobby Nasution untuk menjadi tersangka. 

"Karena itu kasus yang udah diintai media massa dari awal. Kan yang pertama kali survei kalau Bobby itu berpotensi melaku korupsi dalam setiap kebijakan kan kedai kopi (cakap kedai kopi," pungkas Rocky yang merupakan filsuf, dan intelektual publik Indonesia.

Dalam perbincangan itu, Rocky juga menyinggung Kejagung dan Kapolri. Dia mengatakan kalau kedua petinggi institusi tersebut harus segera diganti.

"Kalau gak diganti yang di bawah kasihan. Harus ada kaderisasi. Bukan alasan , kalau alasan politik, pasti sudah lama diganti," katanya.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru