Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ketua DPD Ajak Daerah Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Tatarstan Rusia

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin dorong daerah manfaatkan peluang kerja sama ekonomi dan investasi dengan Tatarstan

Bagikan:
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin saat menerima kunjungan Rais Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov, beserta delegasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). (Foto: istimewa)
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin saat menerima kunjungan Rais Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov, beserta delegasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA โ€“ Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia () Sultan B. Najamudin mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha di Indonesia untuk memanfaatkan peluang kerja sama dengan Republik , Federasi Rusia.

Kerja sama tersebut dinilai berpotensi membuka akses pasar internasional, meningkatkan investasi, serta memperkuat pengembangan industri dan sumber daya manusia di daerah.

Dorongan itu disampaikannya saat menerima kunjungan Rais (Kepala) Republik Tatarstan, , bersama delegasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang strategis untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia, khususnya melalui kolaborasi ekonomi, perdagangan, industri, dan pendidikan.

Sultan mengatakan, hubungan bilateral Indonesia dan Rusia perlu terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, parlemen, dunia usaha, hingga masyarakat.

"Kami baru saja menerima kepala negara bagian Federasi Rusia, , salah satu yang paling kaya di Rusia. Sudah beberapa kali kami berencana bertemu, dan baru kali ini bisa menerima langsung. Banyak diskusi terkait perkembangan hubungan Indonesia dan Rusia," ujarnya.

Sebagai langkah konkret menindaklanjuti pertemuan tersebut, Sultan mengungkapkan bahwa dirinya bersama perwakilan dunia usaha dan kementerian terkait, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin), mendapat undangan untuk menghadiri Kazan Expo 2027 pada Mei mendatang.

Forum ekonomi berskala besar tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 23.000 peserta. Ajang ini diharapkan menjadi kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang perdagangan, investasi, serta kemitraan industri dengan Tatarstan.

"Tentu saya berkewajiban menghubungkan posisi daerah Indonesia, sebagai Ketua , dengan peluang yang ada di negara mereka," tegasnya.

Menurut Sultan, Tatarstan memiliki potensi ekonomi dan industri yang cukup besar, mulai dari sektor pertanian, industri berat, perkapalan, helikopter, hingga produksi alat berat. Berbagai keunggulan tersebut dinilai dapat disinergikan dengan kebutuhan pembangunan dan pengembangan industri di Indonesia.

Ia menegaskan, DPD RI memiliki posisi strategis untuk menjembatani potensi daerah dengan mitra internasional. Dengan demikian, kerja sama yang terbangun diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan pada tingkat nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi daerah, terutama dalam membuka peluang usaha dan investasi.

Selain ekonomi dan perdagangan, Sultan juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat atau people-to-people contact. Menurutnya, kerja sama Indonesia dan Tatarstan perlu diperluas melalui pertukaran pelajar, kolaborasi pendidikan, serta kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Rusia.

"Dengan terhubungnya people-to-people contact, hubungan kita bukan hanya ekonomi, tetapi lintas bidang. Ada peluang menyekolahkan anak-anak Indonesia ke Rusia, ke negara bagian mereka, serta pertukaran belajar," ungkapnya.

Sementara itu, Rais Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov menyambut positif upaya penguatan hubungan dengan Indonesia. Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas sejumlah peluang kedua pihak.

Rustam menyebut terdapat tiga sektor prioritas yang berpotensi dikembangkan bersama, yakni penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan, promosi produk halal Tatarstan di pasar Indonesia, serta kerja sama dan pertukaran pendidikan.

"Kami mengidentifikasi ada tiga bidang prioritas, yakni penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan, promosi produk halal Tatarstan di pasar Indonesia, serta pertukaran pendidikan. Kami telah membahas beberapa isu kerja sama, dan saya yakin ada banyak potensi antara kedua negara kita, khususnya Tatarstan," katanya.

Sultan berharap, peluang kerja sama yang telah dibahas dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian terkait, parlemen, dan dunia usaha.

Ia menegaskan, penguatan hubungan Indonesia dan Tatarstan harus mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi daerah untuk berkembang melalui perdagangan internasional, investasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait