Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ribuan Sekolah di Aceh Rusak Akibat Bencana, Pembersihan Ditarget Rampung Akhir Januari

Sebanyak 2.756 sekolah di Aceh rusak akibat banjir dan longsor. Pemerintah menargetkan pembersihan 283 sekolah rampung akhir Januari 2026.

Anggota Brimob dari Polda Aceh membersihkan sekolah yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (Foto: Dok. Istimewa)
Anggota Brimob dari Polda Aceh membersihkan sekolah yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (Foto: Dok. Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, BANDA ACEH — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah () mencatat 2.756 sekolah di Aceh mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyampaikan, dari jumlah tersebut masih terdapat 283 sekolah yang membutuhkan proses pembersihan pascabencana. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembersihan dapat diselesaikan hingga akhir Januari 2026.

“Jumlah sekolah terdampak di Aceh mencapai 2.756. Yang masih memerlukan pembersihan ada 283 sekolah, dan ditargetkan rampung akhir Januari 2026,” ujar Atip dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satgas Rehabilitasi Pascabencana di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

90 Persen Sekolah Kembali Belajar

Meski terdampak cukup luas, Atip menegaskan bahwa sekitar 90 persen sekolah di Aceh sudah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Dari total sekolah terdampak, sebanyak 2.428 sekolah telah kembali menggunakan gedung asal, 20 sekolah memanfaatkan tenda darurat, dan sekitar 25 sekolah menumpang di sekolah lain.

“Total sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran mencapai 2.471 sekolah. Artinya, kesiapan pembelajaran sudah di angka 90 persen,” jelasnya.

Atip menambahkan, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan dampak paling signifikan, terutama saat hari pertama masuk sekolah pada 5 Januari 2026.

“Kehadiran guru mencapai 90 persen, sementara siswa sekitar 70 persen karena sebagian masih berada di pengungsian,” katanya.

Kondisi Sarana Pendidikan

juga merinci tingkat kerusakan sarana dan prasarana pendidikan di Aceh, yakni:

Rusak ringan: 841 sekolah

Rusak sedang: 1.185 sekolah

Rusak berat: 965 sekolah

Selain itu, kebutuhan school kit tercatat mencapai 84.600 paket, namun baru 15.500 paket yang berhasil disalurkan. Untuk ruang kelas darurat, kebutuhan mencapai 165 unit, dengan 97 unit telah berdiri. Sementara tenda belajar yang dibutuhkan sebanyak 82 unit, baru 34 unit yang tersedia.

Kemendikdasmen juga memastikan bantuan psikososial serta Dana Operasional Pendidikan Darurat telah disalurkan ke sekolah-sekolah terdampak.

Bantuan

Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah telah menyalurkan bantuan biaya pembersihan kepada 956 sekolah, dengan nilai bantuan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta per sekolah.

“Bantuan biaya pembersihan sudah kami salurkan ke 956 sekolah, dengan besaran 5 sampai 50 juta rupiah per sekolah,” ungkap Atip.

Namun, ia mengakui tidak semua sekolah bisa dibersihkan secara manual. Sejumlah lokasi membutuhkan alat berat akibat tebalnya endapan lumpur pascabanjir.

“Banyak sekolah yang memang memerlukan alat berat karena lumpurnya tidak bisa dibersihkan secara manual,” pungkasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait