Polemik Pemilihan Rektor UINSA, Kemenag Didesak Turun Tangan
DPR desak Kemenag periksa kisruh Pilrek UIN Sunan Ampel Surabaya secara transparan agar tak merusak kampus
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR, M Husni mendesak Kementerian Agama (Kemenag) melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap polemik proses pemilihan dan penetapan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.
Husni meminta persoalan tersebut ditelusuri secara komprehensif, termasuk menyangkut adanya persoalan hukum yang disebut turut menjadi sorotan dalam proses pemilihan rektor.
“Sudah kisruh, sudah banyak masalah dan penolakan di UIN Sunan Ampel. Kita mempertanyakan kenapa dengan adanya masalah hukum tetap masih ditindaklanjuti dalam seleksi calon rektor hingga proses pemilihannya,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).
Menurut Husni, polemik tersebut semakin serius karena telah memunculkan penolakan dari berbagai unsur sivitas akademika UIN Sunan Ampel. Aspirasi tersebut, kata dia, tidak hanya datang dari satu kelompok.
“Yang hadir kemarin bukan hanya guru besar, tapi juga ada dekan, alumni, dan mahasiswa. Saya pikir ini amat kompleks. Mereka datang dengan perwakilan masing-masing,” katanya.
Politikus Partai Gerindra itu menilai, kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian dari Kemenag. Pasalnya, polemik yang berlarut-larut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap tata kelola serta perkembangan UIN Sunan Ampel.
Husni juga mengingatkan agar persoalan internal tersebut tidak sampai mengganggu capaian dan reputasi UIN Sunan Ampel yang selama ini dinilai telah menunjukkan prestasi positif.
“Jangan sampai persoalan ini kemudian merusak UINSA. Kami tahu prestasi sebelumnya UIN Sunan Ampel cukup baik,” ujarnya.
Karena itu, Husni meminta Kemenag menggunakan mekanisme pengawasan internal untuk memastikan seluruh persoalan yang muncul dapat diperiksa secara objektif dan transparan.
“Ini harus betul-betul diperhatikan. Kita punya Irjen. Saya pikir ini harus dilaksanakan, harus diperiksa,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyelesaian polemik di UIN Sunan Ampel tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan internal kampus. Menurutnya, kasus tersebut juga berkaitan dengan upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi keagamaan Islam negeri secara keseluruhan.
“Jangan kita gara-gara satu orang mengorbankan satu kampus. Ini amat sangat berbahaya. Jangan sampai menjadi sebuah preseden untuk UIN-UIN yang lain,” pungkas Husni.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
OLAHRAGAPersaingan Ketat di Real Madrid, Mourinho Belum Garansi Tempat Utama untuk Vinicius
Rozie Winata·10 menit yang lalu -
NEWS VIDEOAbdul Kholik Desak Penguatan Peran DPD dalam Pembahasan Anggaran Transfer ke Daerah
Fadli Tara·44 menit yang lalu -
SUMUTTak Kunjung Diaspal, Aliansi Masyarakat Kuala Air Hitam Ancam Blokir Jalan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALDidakwa Korupsi Dana Pensiun, Presiden Paraguay Santiago Pena Lengser Lewat Pemakzulan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKetua DPD RI Apresiasi Rencana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di 2027
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELNiat Beli Mobil di Marketplace, Dokter di Palembang Kena Tipu Puluhan Juta
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KESEHATANRS Adam Malik Semarakkan HKN ke-62 dengan Gerakan Sehat untuk Semua
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan