Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Program Magang Nasional 2026 Dipuji, Pemerintah Diminta Pastikan Penyediaan Lapangan Kerja

Program Magang Nasional 2026 diapresiasi, namun pemerintah diminta memastikan tersedia lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja usai magang.

Program Magang Nasional 2026 mendapat apresiasi sebagai langkah membantu lulusan baru masuk dunia kerja. Namun, pemerintah diminta memastikan program tersebut berujung pada penyerapan tenaga kerja, Rabu (1/7/2026) (foto:istimewa)
Program Magang Nasional 2026 mendapat apresiasi sebagai langkah membantu lulusan baru masuk dunia kerja. Namun, pemerintah diminta memastikan program tersebut berujung pada penyerapan tenaga kerja, Rabu (1/7/2026) (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.coJAKARTA yang diumumkan Sekretaris Kabinet bersama Menteri Ketenagakerjaan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Meski dinilai sebagai langkah positif untuk membantu lulusan baru memasuki dunia kerja, pemerintah diminta memastikan program tersebut berujung pada penyerapan yang nyata.

Analis komunikasi politik, , menilai program tersebut menunjukkan pemerintah memahami persoalan yang dihadapi generasi muda, khususnya para yang belum langsung memperoleh pekerjaan setelah lulus.

"Ini program bagus, harus diakui. Teddy menyampaikannya juga cukup baik, juga begitu. Pesannya sampai bahwa pemerintah paham ada masalah besar di anak muda kita, yaitu lulus kuliah tapi belum tentu langsung kerja. Nah, itu bagus. Tapi jangan sampai setelah magang lapangan kerjanya ternyata tidak ada," ujar Hendri, Rabu (1/7/2026).

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI yang akrab disapa Hensa itu menilai komunikasi publik pemerintah mengenai jumlah peserta, mekanisme pelaksanaan, hingga peluang kerja telah disampaikan dengan cukup jelas. Namun, menurutnya, penyampaian yang baik juga akan meningkatkan ekspektasi masyarakat terhadap keberhasilan program tersebut.

"Kalau program disampaikan dengan baik, masyarakat pasti berharap. Nah ini yang harus hati-hati. Jangan sampai rakyat sudah berharap, anak-anak muda sudah merasa ada jalan, eh ternyata jalannya cuma dibuka sampai magang saja," katanya.

Hensa juga menyoroti tingkat penyerapan peserta magang ke dunia kerja. Ia mengapresiasi capaian sekitar 30 persen peserta yang berhasil direkrut perusahaan pada pelaksanaan sebelumnya, namun mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan nasib 70 persen peserta lainnya.

"Kalau tahun lalu 30 persen diterima kerja, ya bagus. Tapi kan itu baru 30 persen. Sisanya bagaimana? Jangan angka 30 persen itu dijadikan tepuk tangan, sementara yang 70 persen lagi jadi catatan kaki," ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan program juga harus dipastikan melalui pembukaan gelombang atau batch berikutnya serta perluasan peluang kerja setelah peserta menyelesaikan masa magang.

Selain itu, Hensa meminta pemerintah memperkuat kolaborasi dengan dunia industri agar perusahaan benar-benar menyediakan program magang yang berkualitas dan membuka peluang karier bagi peserta.

"Penyampaiannya bagus, oke. Teddy bagus, Yassierli bagus. Tapi setelah itu industri siap enggak? Perusahaan-perusahaan benar-benar membuka jalur magang yang bermutu enggak? Jangan sampai pemerintah sudah bicara bagus, tapi di bawahnya peserta cuma jadi anak magang setelah itu sulit mendapatkan kerja," katanya.

Senada dengan itu, Anggota meminta memastikan program magang benar-benar menjadi jembatan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.

Menurut Edy, hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar program magang saat ini belum sepenuhnya mendukung penyerapan karena masih banyak dilaksanakan di sektor pemerintahan.

"Kami kemarin evaluasi, program magang yang dilakukan ternyata sekitar 40 persen berada di sektor pemerintahan yang hubungannya dengan dunia kerja itu terbatas sekali," ujarnya.

Ia menilai Kemnaker perlu memperkuat konsep link and match dengan memetakan kebutuhan kompetensi dunia usaha sehingga pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

"Jadi Kemnaker itu membridging lulusan perguruan tinggi kita atau lulusan sekolah kita dengan dunia kerja di program magang itu," katanya.

Edy juga menyoroti program yang ditujukan untuk menyiapkan tenaga kerja di pasar internasional. Menurutnya, program tersebut harus diperkuat melalui peningkatan kemampuan bahasa, kompetensi teknis, dan sertifikasi sesuai standar negara tujuan.

"Pelatihan bahasa ditingkatkan, pelatihan kompetensi keahlian ditingkatkan, lalu sertifikasi keahlian yang standarnya nasional ditingkatkan, sehingga link and match antara Jepang, Korea, dan Jerman yang membutuhkan itu bisa dipenuhi melalui ," jelasnya.

 (LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait