Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polisi Bongkar Penimbunan BBM Subsidi, 1.030 Liter Solar dan Pertalite Disita

Polisi mengamankan warga Blitar yang diduga menimbun 1.030 liter solar dan Pertalite subsidi. BBM itu rencananya dijual kembali ke pengecer.

Polisi mengungkap dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Foto: ilustrasi AI)
Polisi mengungkap dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Foto: ilustrasi AI)
A A

Nusantaraterkini.co,  – Polisi mengungkap dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Seorang pria berinisial MS diamankan bersama barang bukti berupa sekitar 1.030 liter solar dan Pertalite, tiga kendaraan, drum, jeriken, serta mesin penyedot BBM.

Kapolres AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan penimbunan BBM subsidi di wilayah Kademangan. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar tersangka MS sedang melakukan penimbunan BBM subsidi. Lokasinya berada di Desa Sumberjati, Kademangan,” kata Ardhy dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyita sekitar 530 liter solar dan 500 liter Pertalite. BBM tersebut disimpan dalam sejumlah drum dan jeriken.

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Bayu Adjie Sudarmono menjelaskan, MS diduga menggunakan tangki mobil Toyota Kijang yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah lebih besar. BBM yang diperoleh kemudian dipindahkan ke drum dan jeriken.

Menurut Bayu, MS yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik bengkel diduga menjalankan aksinya seorang diri. Ia disebut mendatangi sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kademangan untuk mengumpulkan BBM bersubsidi.

BBM yang terkumpul selanjutnya dijual kembali kepada pengecer. Polisi menyebut solar dijual dengan harga sekitar Rp9.000 per liter, sedangkan Pertalite Rp11.000 per liter. Selisih harga yang diperoleh dari praktik tersebut diperkirakan berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter.

Meski telah mengamankan MS dan sejumlah barang bukti, penyidik masih mendalami perkara tersebut. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk petugas maupun pemilik SPBU tempat BBM itu diperoleh.

“Kami masih mendalami apakah ada kerja sama atau keterlibatan pihak SPBU,” ujar Bayu.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap asal BBM, mekanisme pengumpulan, serta kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait