Ekonomi Indonesia Diklaim Tumbuh 5,12 Persen, Pakar: BPS Jangan Asal-asalan Bekerja
Rilis BPS tersebut menuai kritik yang menilai angka itu tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 sebesar 5,12 persen yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menuai sorotan dari berbagai pihak termasuk akademisi.
Pasalnya, rilis BPS tersebut menuai kritik yang menilai angka itu tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Belum lagi rilis itu lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 5,05 persen.
Baca Juga : Eddy Soeparno: Transisi Energi Genjot Pertumbuhan Ekonomi Nasional
“BPS kasih angka 5,12 persen langsung menuai kritikan, seperti ada maksud asal Prabowo senang, apalagi 5+1+2=8, angka favorit Prabowo,” kata Pakar Komunikasi Politik Hendri Satrio, Senin (11/8/2025).
Disebutkan Hendri, produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp5.947 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp3.396,3 triliun.
Pendiri lembaga survei KedaiKopi itu pun berharap BPS jangan asal-asalan dalam bekerja.
“Mestinya peneliti lebih hati-hati dalam angka, harus ada penjelasan lebih jauh atas angka itu,” tegas pria disapa Hensa ini.
Pertaruhkan Kredibilitas Lembaga
Senada, Wakil Rektor Universitas Paramadina Handi Risza mengatakan, kredibilitas BPS merupakan modal utama kepercayaan publik. Jika data yang dirilis tidak selaras dengan kenyataan, publik dan kebijakan ekonomi nasional bisa kehilangan pegangan maupun salah arah.
Baca Juga : Lantik Direksi dan Komisaris PPSU dan Dirga Surya, Bobby Nasution Minta Tingkatkan PAD
Oleh karena itu, Handi mengimbau BPS untuk untuk mengungkapkan informasi secara terbuka kepada publik terkait metodologi dan asumsi perhitungan PDB serta sumber data yang digunakan dalam menentukan nusantaraterkini.co/tag/pertumbuhan-ekonomi" class="article-tag-link" rel="tag">pertumbuhan ekonomi nasional.
Jika terjadi kekeliruan, revisi data bisa dilakukan ketimbang BPS bersikukuh mempertaruhkan kredibilitas lembaganya.
"Revisi data adalah hal biasa karena ini adalah ranah akademis dan teknokratis. Justru kemauan untuk memperbaiki data akan banyak diapresiasi," ungkapnya.
Handi juga mengajak para ekonom, ilmuwan dan akademisi untuk terus memantau dan menjaga kualitas data BPS di seluruh Indonesia, karena ini merupakan pijakan penting menuju Indonesia maju dan sejahtera.
Baca Juga : MPR Komitmen Sukseskan Program Koperasi Merah Putih
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti sebelumnya menegaskan jika penghitungan pertumbuhan ekonomi RI sudah sesuai dengan standar internasional.
Terkait keraguan sejumlah pihak, pihaknya mengaku tidak mau ambil pusing. "Kan ada standar internasional," ungkap Amalia.
Amalia menegaskan, BPS juga telah menggunakan data pendukung yang lengkap terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12 persen di kuartal kedua 2025.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELDitresnarkoba Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 35 Kg Sabu dan Ratusan Pil Happy Five di Muba
hendra·Beberapa detik yang lalu -
KRIMINAL3.578 Burung Liar Diselundupkan dari Kalimantan ke Madura, 2 Orang Jadi Tersangka
hendra·26 menit yang lalu -
KRIMINALEdarkan Narkoba di Binjai, Remaja 18 Tahun Asal Padang Lawas Diringkus Polisi, 8 Paket Sabu Disita
hendra·41 menit yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Singkirkan Filipina dan Tembus Semifinal Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·42 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Menguat, Naik Rp15 Ribu ke Rp2.595.000 Per Gram: Buyback Ikut Melonjak
Rozie Winata·43 menit yang lalu -
NEWS VIDEO10 dari 13 Bangunan di Lapas Cibinong Diduga di Luar Aset, Komisi XIII: Bongkar!
Fadli Tara·45 menit yang lalu -
KESEHATANWaspada Influenza A, RSU Haji Medan Pastikan Belum Ada Pasien Dirawat
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKFormappi: Perdebatan Parliamentary Threshold Jangan Hanya Jadi Ajang Rebutan Kursi
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWAAceh Jaya Digoyang Gempa M4.3, Getaran Dirasakan hingga Banda Aceh
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALOmbudsman Dihalangi saat Sidak Lapas Cibinong, DPR Ingatkan Ancaman Pidana Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan