Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BPS Data Rumah Warga Korban Bencana di Tapteng

Editor:  hendra
Reporter: Jasman Julius Mendrofa
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Naibaho, Kepling 3 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng (paling kiri) bersama 4 orang mahasiswi tim Badan Pusat Statistik (BPS) saat berkeliling melukan pendataan rumah warga yang terkena bencana di Tapteng, Selasa (20/1/2026). (Foto: Jasman Julius Mendrofa/ Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan rumah warga korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (20/1/2026).

Beatrice, merupakan salah seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Jakarta turun langsung dalam melakukan pengecekan dan wawancara langsung kepada setiap warga yang menjadi korban di lingkungan 3, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Tapteng mengatakan kalau pendataan ini dilakukan untuk mencocokkan data dengan sistem aplikasi.

"Melalui BPS kita turun melakukan pendataan langsung pada setiap warga dan kita cocokkan dengan sistem aplikasi, untuk laporan ke pusat," ucapnya pada Nusantaraterkini.co.

Baca Juga : Ekonomi Indonesia Diklaim Tumbuh 5,12 Persen, Pakar: BPS Jangan Asal-asalan Bekerja

Nabila, mahasiswi semester 6 yang juga turut ikut dalam pendataan mengungkapkan, bahwa ini kali pertama ia ikut terjun langsung kelapangan saat posisi pascabencana.

"Ini kali pertama, untuk mendapatkan data yang valid terhadap korban langsung dari bencana, seperti kondisi rumah, apa ada korban jiwa serta sejauh mana kerusakan dan apa telah mendapatkan bantuan," ujarnya.

Sementara, Naibaho, Kepling 3 yang juga turut ikut mendampingi para mahasiswi, mengarahkan dan menunjukan setiap rumah warga yang terkena bencana di lingkungannya.

Baca Juga : ASN BPS Bunuh dan Rampok Rekan Kerja: Uang Dipakai untuk Tiket Orang Tua hingga Judi Online

"Tadi kita sudah berkeliling bersama tim dari BPS, jadi ada 120 unit rumah di lingkungan 3, Kelurahan Pasar Baru yang terdata dalam keadaan rusak berat, sedang dan ringan," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan pendataan ini adalah yang kali kedua dilakukan. "Ini adalah pendataan yang kedua kali, yang pertama arahan Lurah untuk laporan ke Pemkab, dan ini dari BPS," tutupnya.

(Jjm/Nusantaraterkini.co).