Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemilih Pemula pada Pemilu 2024 Sebanyak 60 Persen dan Didominasi Anak Muda

Editor:  Akbar
Reporter: Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi pemilih pemula (istockphoto.com)

Pemilih Pemula pada Pemilu 2024 Sebanyak 60 Persen dan Didominasi Anak Muda

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang akan bergulir pada Februari mendatang akan menjadi ajang pesta masyarakat untuk menentukan sosok pemimpin yang akan memimpin 5 tahun ke depan.

Anggota KPU RI August Meliaz menyatakan komposisi pemilih dalam Pemilu 2024 akan didominasi oleh kelompok anak muda. Jumlah kelompok ini disebut mencapai 60 persen dari total pemilik suara sah.

Baca Juga : Semarak Pilkada, Tular Nalar Mafindo Bersama FISIP USU Edukasi Pemilih Pemula Berpikir Kritis Lewat Sekolah Kebangsaan

“Berdasarkan data DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dari pemerintah proporsi pemilih 2024 yang 14 Februari nanti mencapai usia 17-39 tahun itu 55 sampai 60 persen,” katanya, Jumat (5/1/2024).

Ia mengatakan data pemilih dalam Pemilu di atas secara teoritis berasal dari gen Z dan milenial. Melihat komposisi pemilih yang ada saat ini, sambungnya yang dilansir dari laman Tempo pada Jumat (5/1/2024) partai politik juga perlu melihat paradigma pemilih ini.

“Mereka ramah dengan pemanfaatan teknologi informasi, mereka termasuk individu bukan hanya ramah, tapi sumber informasi yang bisa didapatkan dengan cepat,” ujarnya.

Baca Juga : Bawaslu Kota Binjai Minta Pantarlih Pastikan Pemilih Pemula Jelang Pilkada 2024

August menilai KPU tak terlalu khawatir para anak muda tersebut akan terjangkit politik identitas. Pasalnya, menurut dia akan muda memiliki mekanisme sendiri untuk menangkal hal tersebut.

“Karena pada dasarnya anak muda yang ada di Indonesia itu sudah dalam kehidupannya bersosial, berkomunitas, itu biasanya memang berinteraksi dengan punya preferensi yang berbeda-beda,” akunya.

Yang dikhawatirkan adalah, aku August, penyebaran hoaks politik identitas melalui media sosial dan pemanfaatan teknologi lainnya.

Baca Juga : Sekjen dan 5 Komisioner KPU Disanksi Peringatan Keras terkait Private Jet

Ia menilai, para pemilih mudah harus memiliki cara untuk memilah dan memfilter informasi yang beredar. Menurut August, lembaga survei yang kredibel menyebutkan anak muda punya cara sendiri untuk memilih informasi, setidaknya ada tiga untuk memilah dan memilih.

Bukan hanya itu, masih dikatakan August, para anak muda juga dinilai akan mengonfirmasi dengan selektif media pada yang menyebarkan informasi itu.

Dan yang terakhir, filtrasi informasi bisa dilakukan dari lapisan terkecil seperti keluarga, orangtua dengan berdiskusi saat makan malam bersama.

Baca Juga : Bawaslu Aceh Timur Gelar Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bersama Stakeholder

(Akb/nusantaraterkini.co)