Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (6/2/2026) diperkirakan masih berada dalam tekanan terbatas. Sentimen global dan domestik membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati di awal perdagangan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyebutkan, pada perdagangan sebelumnya IHSG ditutup melemah 0,53% ke level 8.103. Tekanan jual investor asing juga masih terasa, dengan catatan net sell Rp355 miliar di pasar reguler.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak melemah dengan support di kisaran 8.000–8.050 dan resistance pada area 8.150–8.210.
Baca Juga : Pasar Menanti Data PDB, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas
“Tekanan pasar dipengaruhi oleh keputusan Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meskipun rating tetap bertahan di level Baa2 (investment grade),” jelas Reza dalam risetnya, Jumat (6/2/2026).
Selain faktor global, pelaku pasar juga menanti rilis sejumlah data ekonomi domestik, seperti cadangan devisa dan property price index, yang berpotensi menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan IHSG.
???? Rekomendasi Saham Pilihan
Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjutkan Reli ke 8.122, Ini 4 Saham Pilihan Analis
Meski IHSG berpotensi terkoreksi, sejumlah saham dinilai masih menarik untuk dicermati.
PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi salah satu saham unggulan dengan target harga Rp7.200–Rp7.475 dan stop loss di bawah Rp6.800. Secara teknikal, saham ASII dinilai berhasil menembus level resistance Rp6.900.
Dari sisi fundamental, pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar Februari ini ditargetkan mencetak transaksi di atas Rp8 triliun, yang berpotensi menopang kinerja ASII.
“Selama harga mampu bertahan di atas Rp6.900, peluang lanjutan penguatan menuju area Rp7.200–Rp7.475 masih terbuka,” ujarnya.
Selain ASII, analis juga merekomendasikan beli saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) dengan target harga Rp2.490–Rp2.580. Saham BRIS dinilai telah membentuk pola double bottom dan kini memasuki fase pullback yang sehat.
Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) turut masuk dalam daftar rekomendasi dengan target harga Rp1.280–Rp1.310 serta stop loss di bawah Rp1.220. Secara teknikal, TUGU masih berada dalam tren bullish dan berhasil rebound dari garis MA200.
Tak hanya itu, secara fundamental kinerja TUGU juga solid, dengan premi bruto tumbuh 13,02% menjadi Rp6,01 triliun hingga Desember 2025.
“Jika level resistance 1.255 kembali ditembus, maka peluang penguatan lanjutan menuju Rp1.280–Rp1.310 semakin terbuka,” pungkasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
