Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

TB Hasanuddin Pertanyakan Pernyataan Panglima TNI soal Kogabwilhan Dibentuk untuk Penambahan Jabatan Saja

Pada intinya Kogabwilhan adalah amanah UU, target MEF, dan diatur lengkap

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. (Foto: dok Media DPR)
Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. (Foto: dok Media DPR)
A A

, JAKARTA -  Jenderal Agus Subiyanto meminta agar tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan () dibenahi dan dievaluasi.

Secara blak-blakan, Agus menyebut, pembentukan Kogabwilhan dulunya hanya untuk menampung perwira tinggi (pati) TNI agar memiliki strategis.

Menanggapi itu, Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) mempertanyakan, mengapa Panglima TNI mengatakan bahwa itu hanya mengisi jabatan. Padahal, kata dia, pembentukan Kogabwilhan itu sesuai peraturan Undang-Undang.

"Pertama, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan () dibentuk pada tanggal 25 September 2019, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 66 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Pembentukan Kogabwilhan ini juga didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Peningkatan Status 23 Komando Resor Militer," katanya, Senin (3/2/2025).

Selanjutnya, kata dia, Kogabwilhan merupakan Kotama Ops TNI berkedudukan langsung di bawah . Adapun tugas Kogabwilhan sesuai dengan Peraturan Panglima (Perpang) TNI No. 30 tahun 2020.

"Pada intinya Kogabwilhan adalah amanah UU, target MEF, dan diatur lengkap," jelasnya.

Baca Juga: Amankan Nataru, Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Operasi Lilin 2024

juga menyampaikan, Kogabwilhan diresmikan pada era Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada medio September 2019 dan pada saat itu Menteri Pertahanannya adalah Letjen TNI ( purn ) Prabowo Subianto. 

Pada saat itu, bebernya, Komisi I DPR juga telah menyetujui pembentukan Kogabwilhan atas usulan pihak pemerintah.

Pada saat itu, lanjut TB Hasanuddin, usulan postur TNI dan organisasi TNI itu dibentuk dalam rangka menghadapi ancaman dan dengan memperhatikan geopolitik dan geostrategi.

“Jadi bukan hanya untuk mencari strategis untuk para jenderal semata. Kalau hanya untuk mencarikan jabatan semata, lalu untuk apa negara mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit," ucapnya.

TB Hasanuddin juga menyampaikan, soal kelebihan jumlah perwira tinggi. Menurut dia ini seharusnya, bisa di manage sejak dari hulu, yaitu diatur out put pendidikan para perwiranya. Seperti lulusan Angkatan Militer (Akmil), AAL , AAU , Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia, Sekolah Calon Perwira Angkatan dan lain-lain. 

"Seharusnya di proyeksikan dengan baik dan di atur kenaikan pangkatnya mengikuti ketentuan yang berlaku, Insya Allah tidak akan terjadi penumpukan, yang paling penting adalah memberikan kesejahteraan yang layak," tegasnya.

Baca Juga: Panglima TNI Mutasi Pangdam I/BB, Ini Penggantinya

Sebelumnya, Panglima TNI juga meminta agar Panglima Kogabwilhan II Marsdya Muhammad Khairil Lubis memaparkan tupoksi organisasi yang dipimpinnya kepada para komandan satuan (dansat) yang hadir dalam Rapim TNI 2025. Dengan begitu, berbagai masukan yang muncul dari peserta bisa diterima agar tupoksi Kogabwilhan ke depan semakin jelas.

Jika hasil evaluasi itu sudah sesuai, Agus pun siap mengeluarkan Peraturan Panglima (Perpang) TNI agar tupoksi Kogabwilhan memiliki pegangan.

"Nanti minta Pangkogwilhan II akan memaparkan, dan tolong disimak langsung. Kalau ada saran silahkan kan banyak mantan Pangkogabwilhan jadi akan segera saya Perpangkan dan operasional," tandas mantan KSAD tersebut.

(Akb/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait