Nusantaraterkini.co, MEDAN – Prof Dr Muryanto Amin resmi dilantik kembali sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto, di Auditorium USU, Rabu (28/1/2026).
Pelantikan ini menandai masa jabatan kedua Prof Muryanto sebagai Rektor USU ke-17, berdasarkan Surat Keputusan MWA USU Nomor 9/UN5.1.MWA/SK/TP.00.00/2025 tanggal 18 November 2025 tentang pemberhentian Rektor USU periode 2021–2026 dan pengangkatan Rektor USU periode 2026–2031.
Baca Juga : Misi Asta Cita, USU Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan
Dihadiri Pejabat Negara dan Tokoh Nasional
Acara pelantikan turut dihadiri sejumlah pejabat penting negara, kepala daerah, anggota DPR dan DPD RI, konsulat negara sahabat, pimpinan perguruan tinggi, alumni, mitra industri, serta tokoh masyarakat, agama, dan adat.
Tampak hadir antara lain Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Dr Fauzan, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta unsur Forkopimda Sumut.
Ketua MWA: Rektor Adalah Penjaga Marwah Akademik
Baca Juga : USU Tutup Tahun 2025 dengan Berbagai Penghargaan di Anugerah Diktisaintek
Ketua MWA USU Agus Andrianto menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas selesainya seluruh rangkaian proses penjaringan, penyaringan, dan pemilihan rektor yang berlangsung tertib dan transparan.
Menurutnya, proses tersebut menunjukkan komitmen USU sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dalam menjaga tata kelola yang sah dan akuntabel.
“Pemilihan rektor adalah ruang demokrasi akademik yang wajar menghadirkan dinamika dan perbedaan gagasan. Namun semuanya bermuara pada tujuan yang sama, yakni membangun USU yang lebih baik,” ujar Agus Andrianto.
Baca Juga : Napi Korupsi Pakai HP Dipindahkan ke Nusakambangan, Komisi XIII Dukung Langkah Menteri Agus Andrianto
Ia menegaskan, rektor bukan sekadar pemegang mandat administratif, tetapi juga penjaga marwah akademik, pengarah peradaban ilmu pengetahuan, dan penentu arah masa depan universitas.
Pesan Strategis untuk Rektor USU Periode Kedua
Ketua MWA USU juga menitipkan sejumlah pesan strategis kepada Prof Muryanto Amin, antara lain;
* Memperkuat tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, dan berintegritas
Baca Juga : Menteri Imipas Resmikan Kantor Imigrasi Padangsidimpuan, Urus Paspor jadi Lebih Dekat!
* Meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi yang relevan dan berdampak
* Mendorong riset dan inovasi yang solutif, tidak hanya bersifat publikatif
* Membangun kolaborasi dengan pemerintah, industri, mitra global, alumni, dan masyarakat
Baca Juga : EKSLUSIF, Gedung UMKM Square USU Belum Beroperasi, Aktifitas Pekerja Proyek Tidak Terlihat
* Merajut kembali soliditas internal sivitas akademika
“Tidak ada pihak yang kalah dan tidak ada pihak yang menang, karena yang harus menang adalah Universitas Sumatera Utara,” tegasnya.
Muryanto Amin: USU Telah Menyelesaikan Lap Pertama
Baca Juga : Pendaftaran IUP USU 2026 Dibuka: Cek 9 Prodi, Syarat dan Biaya Kuliah Terbaru
Dalam sambutan perdananya usai dilantik, Prof Dr Muryanto Amin mengucapkan terima kasih kepada MWA dan Senat Akademik USU atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
Ia mengenang awal masa jabatannya pada 28 Januari 2021, yang diwarnai tantangan besar akibat pandemi Covid-19.
Meski demikian, USU dinilai berhasil meletakkan fondasi menuju universitas kelas dunia.
"Tahun 2021, QS World University Rankings menempatkan USU di peringkat 1201+ dan kini telah naik ke peringkat 1001. Disusul THE WUR di peringkat 1500 dan THE Impact Rankings di peringkat 601,” ungkapnya.
Strategi Lap Kedua: Diferensiasi Lokal Berdaya Saing Global
Muryanto Amin mengibaratkan perjalanan USU seperti balapan mobil. Periode 2021–2026 disebutnya sebagai lap pertama, sementara periode 2026–2031 adalah lap kedua di tengah era hyper competition global.
Menurutnya, USU tidak bisa bersaing dengan meniru kampus besar dunia secara mentah, melainkan harus menampilkan diferensiasi lokal sebagai keunggulan global.
“Kita harus tetap berada di arena sirkuit global, sekaligus menampilkan keunggulan lokal. Inilah pentingnya kerja tim dan inovasi strategis,” ujarnya.
Dorong Transformasi dan Indonesia Inkorporasi
Prof Muryanto menegaskan pentingnya transformasi berkelanjutan di tengah perubahan dunia yang sulit diprediksi. Ia mengajak seluruh sivitas akademika memanfaatkan momentum global untuk membangun Indonesia inkorporasi, yakni Indonesia yang mengonsolidasikan seluruh kekuatan dan keunggulan.
“Dengan inovasi, cara baru, kerja keras, dan disiplin yang tidak pernah berhenti, kita akan tetap diperhitungkan dalam kompetisi global,” tandasnya.
USU jadi Ketua Konsorsium Nasional Ketahanan Bencana
Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan peluncuran Konsorsium Nasional Perguruan Tinggi untuk Ketahanan Bencana Alam, yang melibatkan 10 perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Negeri Semarang.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo selaku Ketua Majelis Rektor PTN menyerahkan rompi konsorsium secara simbolis kepada Rektor USU sebagai Ketua Konsorsium, disaksikan oleh Wamen Diktisaintek RI dan Dirjen Riset dan Pengembangan.
(Akb/nusantaraterkini.co)
