Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Mentan Amran Sebut Tantangan Hadapi El Nino, Bakal Genjot Pompanisasi Hingga Bangun Bendungan

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman pastikan kebutuhan pangan masyarakat saat menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri tergolong aman

Bagikan:
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementan pada Selasa (27/2/2024). (Foto: Kumparan/Widya Islamiati)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementan pada Selasa (27/2/2024). (Foto: Kumparan/Widya Islamiati)
A A

Nusantaraterkini.co - Menteri Pertanian () Andi pastikan kebutuhan pangan masyarakat saat menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri tergolong aman.

"Panen Maret, April, Mei aman, kebutuhan kita Ramadhan aman. Sekarang yang kita siapkan sekarang setelah Ramadhan di Mei, Juni, Juli, Agustus, September sampai Oktober," katanya di kantor Kementan, dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa, (27/2/2024).

Amran mengaku tantangan beberapa bulan mulai pertengahan tahun 2024 akan lebih ekstra, lantaran sudah melewati masa panen. Kemudian, periode setelahnya pun tak kalah penting karena bakal memasuki musim hujan.

"November musim hujan, ini kita siapkan di masa paceklik karena ada dampak sebelumnya, sehingga ini harus kita tutupi di masa paceklik, kita harus tingkatkan indeks tanaman. Oktober, November, Desember, Januari, Februari harus ditutupi di bulan berikutnya, caranya kita optimalkan lahan rawa optimasi itu langkah strategis kita," ujar Amran.

Dilansir dari Kumparan.com, Amran menerangkan program dilakukan bersama Universitas Pertahanan (Unhan) bakal dilakukan di 1 juta hektare 10 lumbung pangan Indonesia, yang terdiri dari 500.000 hektare di Pulau Jawa dan 500.000 hektare di Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

"Luar Jawa daerah lumbung pangan Lampung, Sumatera Utara, Sumsel, Kalimantan Selatan, Kalteng, Sulawesi Selatan, Sulteng jadi ada 10 lumbung pangan di Indonesia, fokus di lumbung pangan dulu," kata Amran.

Untuk mencapai target tersebut, Kementan bekerja sama dengan TNI, Kementerian PUPR, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Universitas Pertahanan (Unhan) untuk menyiapkan dan bangunan irigasi pertanian.

Amran memperkirakan cara kerja program ini adalah dengan memompa air dengan mesin pompa, lalu memindahkannya dari satu lahan ke lahan lain melalui sistem terbuka.

“Nah ini sudah diuji di Gunung Kidul dan berhasil mengairi 1.000 hektare dengan biaya Rp 14 miliar total, ini kita akan manfaatkan di tempat lahan kering lainnya,” jelas Amran.

Tak hanya pompanisasi, Amran juga mengatakan Kementan telah menjalin kerja sama dengan Kementerian PUPR untuk menyiapkan bendungan-bendungan yang digunakan mengairi lahan pertanian. Ia berharap program ini dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) lahan.

“Ada bendungan yang dibangun akan mengairi 200.000 hektare (lahan) yang sudah eksisting. IP-nya 120, bisa menjadi 240, dua kali lipat,” kata Amran.

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: CNBCIndonesia.com

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait