Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Misi Penyelamatan, Masinton Pasaribu Dorong Relokasi Warga Korban Longsor Sitahuis di Zona Merah ke Huntap

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu di Kantor Camat Sitahuis, Rabu (4/2/2026). (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Kondisi Kecamatan Sitahuis di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih porak-poranda pascabanjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut. 

Sitahuis sama nasibnya dengan Kecamatan Tukka yang dilanda banjir bandang pada 25 November 2025 lalu, hanya saja di Sitahuis longsor di mana-mana.

Baca Juga : Aksi Satgas Gulbencal Jalan Kaki 2 Jam Salurkan Bantuan ke Desa Terisolasi di Sitahuis

Dalam kejadian ini, sebanyak 260 rumah hancur dan dilaporkan 27 warga meninggal dunia akibat longsor. Hingga kini, tiga di antaranya belum ditemukan dan keluarga sudah ikhlas.

Baca Juga : Satgas Yonif 122/TS Jalan Kaki 5 Km Salurkan Bantuan ke Desa Terisolir di Sitahuis

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu pun menggaungkan misi penyelamatan bagi warga terdampak longsor di Sitahuis, yang kini kondisinya sudah mutlak berada di zona merah.

"Ini merupakan misi penyelamatan, makanya saya akan memaksa warga di Sitahuis agar pindah ke lokasi yang aman," katanya di Kantor Camat Sitahuis, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga : Pascabanjir Bandang, Satgas Gulbencal Kodam I/BB Bersihkan SD MIN 7 Sibuluan Nalambok

Lebih lanjut, Masinton menyampaikan permintaan maaf bagi warga Sitahuis karena selama bencana jarang datang berkunjung. Hal ini karena Sitahuis sulit diakses lantaran medannya yang cukup terdampak saat bencana.

Baca Juga : Dua Bulan Akses Terputus, 4 Desa di Tukka Tapanuli Tengah Masih Terisolasi dan Gelap Gulita

Diketahui kondisi geografi Sitahuis sebanyak 80 persen berada di kawasan hutan lindung. Rumah-rumah penduduk kebanyakan berada di pinggiran jalan lintas Sumatera.

Masinton mengaku sadar betul Sitahuis banyak terdapat bukit dan bagian bahwanya lembah. Artinya kawasan ini merupakan bisa dibilang sangat rawan bencana.

Baca Juga : 58 Hari Pascabencana, PDI Perjuangan Laksanakan Perayaan Natal di Hutanabolon Tapteng

Karena itu, Masinton menegaskan, mulai saat ini harus diminimalisir potensi ancamannya ke depan.

Baca Juga : Pendeta Alfius Wau Salurkan Bantuan untuk 30 KK Korban Banjir di Aek Korsik Tapteng

"Di mana titik lokasi yang gak boleh permukiman. Bukan kami melarang, ataupun menyuruh meninggalkan kampung ini, tapi dilihat dari aspek keselamatan," ujarnya.

Masinton menyarankan relokasi warga yang berada di zona merah ke tempat yang lebih aman, sehingga prinsip pembangunan pascabencana mengedepankan keselamatan.

"Akan kami masukkan ke daftar penerima huntap yang sedang dibangun di Pinangsori," katanya.

Masinton juga menyinggung nasib warga yang mengungsi ke rumah saudara, apakah sudah menerima dana tunggu harian dari pemerintah. Huntap mandiri ada sebanyak 117 harus benar-benar berada di zona aman.

"Tolong dikaji lagi, pastikan aman. Kalau tidak, akan disediakan lahan untuk pengungsi bagi warga yang tinggal di hunian mandiri," ucapnya.

Politisi PDIP ini kembali menekankan misi penyelamatan untuk warga di Sitahuis, untuk memaksa warga untuk mau pindah ke lokasi yang aman.

"Kami menempatkannya dalam misi penyelamatan. Semua disiapkan pemerintah. Yang penting masyarakatnya harus dipindahkan khusus bagi yang berada di zona merah," pungkasnya.

(*/nusantaraterkini.co)