Misi Penyelamatan, Masinton Pasaribu Dorong Relokasi Warga Korban Longsor Sitahuis di Zona Merah ke Huntap
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu tegas relokasi warga Sitahuis di zona merah longsor ke Huntap demi keselamatan
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Kondisi Kecamatan Sitahuis di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih porak-poranda pascabanjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Sitahuis sama nasibnya dengan Kecamatan Tukka yang dilanda banjir bandang pada 25 November 2025 lalu, hanya saja di Sitahuis longsor di mana-mana.
Dalam kejadian ini, sebanyak 260 rumah hancur dan dilaporkan 27 warga meninggal dunia akibat longsor. Hingga kini, tiga di antaranya belum ditemukan dan keluarga sudah ikhlas.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu pun menggaungkan misi penyelamatan bagi warga terdampak longsor di Sitahuis, yang kini kondisinya sudah mutlak berada di zona merah.
"Ini merupakan misi penyelamatan, makanya saya akan memaksa warga di Sitahuis agar pindah ke lokasi yang aman," katanya di Kantor Camat Sitahuis, Rabu (4/2/2026).
Lebih lanjut, Masinton menyampaikan permintaan maaf bagi warga Sitahuis karena selama bencana jarang datang berkunjung. Hal ini karena Sitahuis sulit diakses lantaran medannya yang cukup terdampak saat bencana.
Diketahui kondisi geografi Sitahuis sebanyak 80 persen berada di kawasan hutan lindung. Rumah-rumah penduduk kebanyakan berada di pinggiran jalan lintas Sumatera.
Masinton mengaku sadar betul Sitahuis banyak terdapat bukit dan bagian bahwanya lembah. Artinya kawasan ini merupakan bisa dibilang sangat rawan bencana.
Karena itu, Masinton menegaskan, mulai saat ini harus diminimalisir potensi ancamannya ke depan.
"Di mana titik lokasi yang gak boleh permukiman. Bukan kami melarang, ataupun menyuruh meninggalkan kampung ini, tapi dilihat dari aspek keselamatan," ujarnya.
Masinton menyarankan relokasi warga yang berada di zona merah ke tempat yang lebih aman, sehingga prinsip pembangunan pascabencana mengedepankan keselamatan.
"Akan kami masukkan ke daftar penerima huntap yang sedang dibangun di Pinangsori," katanya.
Masinton juga menyinggung nasib warga yang mengungsi ke rumah saudara, apakah sudah menerima dana tunggu harian dari pemerintah. Huntap mandiri ada sebanyak 117 harus benar-benar berada di zona aman.
"Tolong dikaji lagi, pastikan aman. Kalau tidak, akan disediakan lahan untuk pengungsi bagi warga yang tinggal di hunian mandiri," ucapnya.
Politisi PDIP ini kembali menekankan misi penyelamatan untuk warga di Sitahuis, untuk memaksa warga untuk mau pindah ke lokasi yang aman.
"Kami menempatkannya dalam misi penyelamatan. Semua disiapkan pemerintah. Yang penting masyarakatnya harus dipindahkan khusus bagi yang berada di zona merah," pungkasnya.
(*/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·6 menit yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·8 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·9 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan