Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bapanas Pastikan Indonesia Nol Impor Pangan Sepanjang 2026: Stok Melimpah dari 2025

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman (kedua kiri) meninjau stok beras saat kunjungan di Gudang Bulog DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan Indonesia tidak akan melakukan impor pangan pokok strategis sepanjang tahun 2026. Keyakinan ini didukung oleh ketersediaan stok awal (carry over stock) yang besar dari 2025 serta proyeksi produksi dalam negeri yang dinilai mencukupi kebutuhan nasional.

Kepastian tersebut tercantum dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang disusun bersama kementerian dan lembaga terkait. Dalam proyeksi tersebut, sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, dan gula konsumsi dipastikan aman tanpa perlu tambahan pasokan dari luar negeri.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan keputusan ini diambil secara kolektif oleh pemerintah setelah melihat kondisi stok dan produksi nasional yang kuat.

Baca Juga : Kurangi Beban Bunga, Bulog Incar Pendanaan APBN untuk Amankan Stok Pangan 2026

“Pemerintah sepakat tidak membuka impor beras, gula konsumsi, dan jagung pakan pada 2026. Stok nasional dan produksi dalam negeri dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (3/1/2026).

Stok Beras Cukup untuk Hampir Lima Bulan

Untuk komoditas beras, stok awal 2026 tercatat mencapai 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sebesar 3,248 juta ton per akhir Desember 2025. Dengan kebutuhan konsumsi bulanan sekitar 2,591 juta ton, stok tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir lima bulan pertama 2026.

Produksi beras nasional sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 34,7 juta ton, sehingga stok akhir tahun diperkirakan menguat hingga 16,194 juta ton. Pada periode yang sama, ekspor beras diperkirakan hanya sekitar 71 ton, sementara impor dipastikan nihil.

Jagung dan Gula Juga Aman

Bapanas mencatat stok awal jagung pada 2026 diperkirakan mencapai 4,521 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir tiga bulan dengan konsumsi bulanan sekitar 1,421 juta ton. Produksi jagung nasional diproyeksikan menyentuh 18 juta ton, dengan stok akhir tahun sekitar 4,581 juta ton. Ekspor jagung diperkirakan mencapai 52,9 ribu ton, tanpa adanya impor.

Sementara itu, stok awal gula konsumsi diperkirakan mencapai 1,437 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan. Produksi gula nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 2,72 juta ton, dengan stok akhir tahun sekitar 1,32 juta ton. Pemerintah juga memastikan tidak ada impor gula konsumsi.

Komoditas Hortikultura dan Peternakan Sudah Swasembada

Selain beras, jagung, dan gula, Bapanas menegaskan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah mencukupi kebutuhan konsumsi bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam ras dari produksi domestik.

Produksi bawang merah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 1,397 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan konsumsi 1,239 juta ton. Produksi cabai besar dan cabai rawit masing-masing mencapai 1,609 juta ton dan 1,744 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi nasional.

Untuk sektor peternakan, produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 6,532 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi sebesar 6,487 juta ton. Produksi daging ayam ras juga diperkirakan mencapai 4,287 juta ton, lebih tinggi dari konsumsi 4,139 juta ton.

Kepala Bapanas Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah menjaga kesejahteraan petani dan peternak nasional.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, petani dan peternak tidak boleh rugi. Produksi pangan nasional harus terserap optimal demi kesejahteraan mereka dan ketahanan pangan Indonesia,” tegasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).