Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Target Panen 280 Juta Kilogram Lebih, Zimbabwe Mulai Musim Pemasaran Tembakau 2025

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Para pejabat setempat di Zimbabwe memeriksa kualitas tembakau di sebuah pasar di Harare, Zimbabwe, pada 5 Maret 2025. (Foto: Xinhua/Shaun Jusa)

Nusantaraterkini.co, HARARE - Musim pemasaran tembakau 2025 di Zimbabwe telah dimulai pada Rabu (5/3/2025). Para pemangku kepentingan optimis, ini akan meningkatan produksi negara tersebut pada tahun ini berkat curah hujan yang mendukung.

Patrick Devenish, ketua regulator industri Tobacco Industry and Marketing Board, menyatakan optimisme kuat terkait rebound di musim baru ini setelah penurunan pada tahun lalu akibat kekeringan yang memicu El Nino.

"Kami mengharapkan panen yang lebih besar, jauh lebih besar dari tahun lalu, lebih dari 280 juta kg, dan saya rasa penjualannya akan bagus," kata Devenish kepada Xinhua setelah upacara pembukaan musim pemasaran tembakau yang diadakan di Tobacco Sales Floor di Harare, ibu kota negara Afrika bagian selatan itu.

Baca Juga: Asosiasi Industri Tembakau dan Rokok Elektrik Kompak Bakal Ajukan Judicial Rievew ke MK

Panen tembakau Zimbabwe biasanya berlangsung dari bulan Januari hingga Juli. Tahun lalu, para petani memproduksi lebih dari 240 juta kg, menghasilkan lebih dari 1,4 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.324) dalam pendapatan ekspor.

Baca Juga: Pernah Kuasai Pasar Dunia, Legislator Gagas RUU Komoditas Strategi untuk Lindungi Tembakau

Sebagai konsumen tembakau terbesar Zimbabwe, Tiongkok terus mencatat peningkatan permintaan daun tembakau Zimbabwe, yang diperkirakan akan mendorong sektor tersebut pada tahun ini, menurut Devenish.

"Masyarakat China merupakan pelanggan terbesar dan terbaik kami. Mereka mendapatkan tembakau terbaik kami, dan mereka membayar dengan harga tertinggi. Kami berharap hal ini akan terus berlanjut. Oleh karena itu, kami sangat menghargai mereka sebagai pelanggan," ujarnya.

Tembakau, yang sebagian besar dibudidayakan oleh petani skala kecil, merupakan ekspor pertanian utama Zimbabwe dan salah satu penghasil devisa terbesar di negara tersebut.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua