Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (6/2/2026) mengatakan pemerintahannya akan menggelar pembicaraan lanjutan soal Iran pada awal pekan depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump beberapa jam setelah mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan Iran di Oman di tengah ketegangan yang tinggi.
Baca Juga : Lawan Sabotase Energi: Havana Kecam Praktik Premanisme Global Amerika Serikat
"Kami juga telah melakukan pembicaraan yang sangat baik soal Iran," tutur Trump kepada para wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan ke klub pribadinya, Mar-a-Lago, di Florida untuk akhir pekan.
Baca Juga : Iran Siap Negosiasi dengan AS dengan Syarat Tanpa Ancaman
"Kami harus melihat seperti apa kesepakatan itu. Namun, menurut saya Iran tampaknya sangat ingin mencapai kesepakatan," kata Trump.
"Kami akan bertemu lagi awal pekan depan," tambahnya.
Baca Juga : Iran Bongkar Keterlibatan 10 Intelijen Asing dalam Kerusuhan Nasional, Sebut Ada Rencana AS-Israel
Sementara itu, Trump memperingatkan jika Iran gagal mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya, konsekuensinya sangat berat.
"Kami memiliki armada besar, dan kami memiliki armada besar yang sedang menuju ke arah sana, akan segera sampai. Jadi kita lihat saja bagaimana hasilnya," imbuh Trump.
Utusan khusus presiden AS Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, serta Komandan Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper turut bergabung dalam pembicaraan soal Iran di Oman pada Jumat, menurut laporan media setempat.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
