Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

MBG Disorot, Fernando Emas Desak DPR Gunakan Hak Interpelasi dan Angket

Fernando Emas mendesak DPR menggunakan hak interpelasi dan angket untuk mengawasi pelaksanaan MBG, termasuk kasus keracunan dan dugaan penyalahgunaan

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyoroti berbagai persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendesak DPR RI memperkuat fungsi pengawasan melalui hak interpelasi dan hak angket. Kamis (10/9/2026) (Foto:Istimewa)
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyoroti berbagai persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendesak DPR RI memperkuat fungsi pengawasan melalui hak interpelasi dan hak angket. Kamis (10/9/2026) (Foto:Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, — Direktur Rumah Politik Indonesia, mendesak DPR segera menggunakan dan untuk mengawasi secara serius pelaksanaan program () yang merupakan program unggulan Presiden .

Fernando menilai pelaksanaan sejak Januari 2025 masih menyisakan berbagai persoalan, termasuk kasus keracunan yang disebut telah menimpa lebih dari 43 ribu siswa penerima manfaat.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil karena menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak. Ia juga menyoroti informasi mengenai korban keracunan di Berastagi yang disebut mengalami gangguan ingatan hingga 70 persen dan meminta pemerintah segera melakukan verifikasi serta penanganan serius.

"Sejak awal banyak pihak sudah mengingatkan agar pelaksanaan MBG dikaji secara matang sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi penerima manfaat," ujar Fernando kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (10/9/2026).

Selain persoalan keracunan, Fernando menyoroti dugaan penyalahgunaan keuangan negara dalam program MBG yang dikaitkan dengan mantan petinggi (BGN).

Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya memberikan sanksi administratif kepada mitra atau pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, harus ada evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan pertanggungjawaban program tersebut.

"Seharusnya Presiden Prabowo bertanggung jawab secara politik atas pelaksanaan program MBG, bukan hanya menyalahkan pelaksana di lapangan," tegasnya.

Fernando juga meminta DPR tidak mandul dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menurutnya, parlemen harus mendengarkan aspirasi masyarakat dan memastikan program MBG benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan sekadar kepentingan politik.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki amanat konstitusional untuk melindungi segenap bangsa Indonesia sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945.

"Jangan sampai program yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat justru menimbulkan persoalan baru dan mengorbankan anak-anak penerima manfaat," pungkas Fernando. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait