Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Masalah pada Proyek Kolam Retensi Martubung, Perlu Perbaikan Segera

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Elvrida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Proyek Kolam Retensi Martubung

Nusantaraterkini.co, Medan- Kunjungan Topan Ginting, Pj Sekda Kota Medan, ke Kolam Retensi Martubung pada Selasa (29/10/2024) mengungkap sejumlah permasalahan yang mendesak perhatian.

Beberapa bagian jogging track yang baru dibangun ditemukan retak dan tidak rata, mengganggu kenyamanan pengguna.

Baca Juga : Gudang Narkotika Jaringan Internasional di Martubung Digerebek, Puluhan Ribu Butir Pil Ekstasi dan 26 Kg Sabu Disita

Menyikapi temuan ini, Topan Ginting langsung meminta perbaikan segera, menegaskan pentingnya kualitas infrastruktur. 

Baca Juga : Rico Waas Minta Kawasan Kolam Retensi Martubung Dijaga dan Dirawat dengan Baik

“Ini tidak bisa dibiarkan. Jogging track harus nyaman untuk dilalui. Segera perbaiki!” tegas Topan Ginting sambil menunjukkan bagian yang bermasalah. 

Setelah memeriksa jogging track, ia melanjutkan ke area taman yang masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga : Dijadwalkan Digusur Hari Ini, Pedagang Pasar Sambas Sampaikan Aspirasi

Di sana, ia mencatat bahwa banyak tiang lampu untuk penerangan yang belum dipasang.

Baca Juga : Kasus Judol KKPD Medan: Eks Camat Medan Maimun Cicil Pengembalian Rp 400 Juta

Menyadari hal ini, Topan Ginting meminta agar pemasangan tiang lampu dipercepat. 

“Kami membutuhkan penerangan yang baik untuk taman ini. Tiang lampu harus segera dipasang agar area ini bisa digunakan dengan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, ia menegur pekerja yang memarkir sepeda motor di area taman.

 “Ini bukan arena parkir sepeda motor. Taman harus tetap bersih dan nyaman. Saya minta sepeda motor ini segera dipindahkan,” tambahnya, memberikan peringatan tegas kepada pekerja yang melanggar.

Di akhir kunjungannya, Topan Ginting menekankan pentingnya menyelesaikan seluruh pembangunan lansekap. 

“Saya minta agar semua pekerjaan ini rampung paling lambat tanggal 24 November 2024. Kami harus memastikan bahwa proyek ini sesuai dengan standar yang diharapkan,” pungkasnya sebelum meninggalkan lokasi. 

Dengan penegasan tersebut, diharapkan semua pihak terkait dapat segera menindaklanjuti permasalahan yang ada demi menciptakan fasilitas publik yang berkualitas. 

(Cw9/Nusantaraterkini.co)