Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Nama Mukhamad Misbakhun tengah menjadi buah bibir di kalangan pengamat ekonomi dan politik. Ketua Komisi XI DPR RI ini santer disebut-sebut bakal mengisi kursi empuk Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, muncul spekulasi panas bahwa politikus senior Golkar ini berpeluang langsung menjabat tanpa harus melalui proses seleksi ketat di tingkat Panitia Seleksi (Pansel).
Mendengar kabar yang beredar kencang tersebut, Misbakhun langsung angkat bicara. Saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Rabu (4/2/2026), ia menegaskan bahwa dirinya justru belum mendengar informasi apa pun mengenai pencalonan tersebut.
Baca Juga : Formappi: Rentetan Keputusan Mendadak Awal 2026 Tunjukkan Pelemahan Demokrasi
Saat ini, ia mengaku masih sangat menikmati perannya sebagai ujung tombak parlemen dalam mengawal kebijakan keuangan negara. "Saya belum tahu. Sampai saat ini tugas partai saya, saya adalah Ketua Komisi XI," ujar Misbakhun.
Baca Juga : Ketidakselarasan dengan Prabowonomics Dinilai Jadi Pemicu Eksodus Massal Petinggi OJK dan BEI
Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini tidak ada "bisik-bisik" maupun komunikasi formal dengan pihak Pansel OJK terkait posisi tersebut. Baginya, mandat dari partai untuk memimpin Komisi XI adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
"Partai saya menugaskan saya Ketua Komisi XI," tambahnya, seperti dilansir RMOL.
Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Percepat Reformasi Pasar Saham, Deadline MSCI Dinilai Mengancam Kredibilitas Indonesia
Ketika didesak apakah ia bersedia jika nantinya benar-benar diminta memimpin OJK, Misbakhun memilih untuk tetap membumi. "Saya tidak berandai-andai," ucapnya singkat.
Baca Juga : IHSG Anjlok, DPR Sentil Masalah Struktural Pasar Modal: OJK Diminta Berbenah Total
Sementara itu, proses pencarian pemimpin baru bagi OJK sebenarnya memang sedang disiapkan oleh pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan lampu hijau bahwa pembentukan Pansel OJK segera dimulai.
Kemenkeu bahkan sudah mengirimkan surat permohonan delegasi ke berbagai lembaga, seperti Bank Indonesia (BI), untuk mengusulkan perwakilan yang akan duduk di dalam tim penyeleksi tersebut.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
