Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas: DPR Desak Kemlu Segera Evakuasi WNI
Ketegangan Pakistan-Afghanistan meningkat, DPR desak pemerintah siapkan skenario evakuasi demi keselamatan WNI
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah militer Pakistan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, Jumat (27/2/2026) dini hari.
Situasi keamanan di kawasan dilaporkan meningkat tajam dan memicu kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil, termasuk warga negara Indonesia (WNI).
Militer Pakistan mengklaim serangan tersebut menewaskan 133 pejuang Afghanistan dan melukai lebih dari 200 orang. Serangan itu disebut sebagai respons atas aksi militer Afghanistan yang sebelumnya menyerang situs-situs pertahanan Pakistan di sepanjang Garis Durand pada Kamis (26/2/2026) malam.
Merespons eskalasi tersebut, anggota Komisi I DPR Syamsu Rizal, mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bergerak cepat memastikan perlindungan maksimal bagi WNI yang berada di kedua negara.
“Keamanan dan keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama. Kemlu melalui KBRI di masing-masing negara harus terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi intensif dengan para WNI,” ujar politisi yang akrab disapa Deng Ical itu, Sabtu (28/2/2026).
Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya bersikap reaktif. Menurutnya, dalam situasi konflik yang bergerak cepat dan sulit diprediksi, negara harus menyiapkan skenario darurat, termasuk opsi evakuasi jika kondisi memburuk.
“Jika situasi semakin tidak kondusif dan membahayakan, maka opsi evakuasi harus segera dipersiapkan dan dilaksanakan. Jangan sampai negara terlambat mengambil keputusan,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi I yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan, Syamsu Rizal memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memantau perkembangan situasi dan langkah perlindungan terhadap WNI.
Ia juga mendorong Kemlu menyusun kajian strategis dan peta aktual kondisi keamanan guna mengidentifikasi potensi ancaman terhadap WNI. Kajian tersebut, menurutnya, perlu ditindaklanjuti oleh TNI dan pemangku kepentingan strategis lainnya sebagai langkah antisipatif.
Deng Ical menilai eskalasi konflik Pakistan–Afghanistan tidak bisa dipandang sebagai peristiwa terpisah. Ia menyinggung meningkatnya ketegangan di berbagai kawasan dunia, mulai dari dinamika Amerika Serikat–Iran hingga sejumlah friksi regional lain yang berpotensi memperluas instabilitas global.
“Diplomasi Indonesia harus tetap mengedepankan seruan penahanan diri dan de-eskalasi. Namun di saat yang sama, perlindungan WNI tidak boleh dikompromikan,” katanya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALKasus Penyadapan, DPR Desak Percepatan Undang-Undang Satu Data Indonesia
Rozie Winata·29 menit yang lalu -
-
PERISTIWAWarga Helvetia Geruduk BPN Sumut, Tuntut Terbitkan Sertifikat 32 Hektare Lahan Eks Garapan PTPN II
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELGagas Pengolahan Sampah Modern, Sumsel Siap Resmikan PSEL Pertama di Indonesia
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELDari Tapsel hingga Sumsel, Rekam Jejak dan Dedikasi Irjen Pol Rony Samtana
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHutan Simalungun Digunduli, Warga Kampung Rondang Hatonduhan Nyaris Bentrok Pergoki Alat Berat
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUngkap 5 Kasus Narkotika Menonjol, Polda Lampung Sita Barang Bukti Senilai Rp125 Miliar
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALKehadiran Jokowi di PN Jakarta Timur Disambut Antusias Pendukung
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELJob Fair Sumsel Sediakan 2.500 Lowongan, Gubernur Minta Hapus Syarat Batas Usia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
SUMUTKAI Sumut Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan Rute Tebingtinggi–Siantar, Tarif Hanya Rp5 Ribu
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan