Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath mengaku prihatin atas peristiwa kasus Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar (57) diduga menembak Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar. Ia menyampaikan dukacita terhadap keluarga almarhum AKP Ryanto Ulil Anshar.
"Tentu kami sangat terkejut dan prihatin mendalam atas peristiwa tewasnya Kasat Reskrim Polres Solok Selatan. Kami dari Komisi III DPR RI turut menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga almarhum dan mendoakan agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Rano, Sabtu (23/11/2024).
Rano meyakini Kapolri tidak akan menoleransi hal itu. Menurut dia, kasus ini sangat serius dan menjadi atensi masyarakat.
"Kami percaya bahwa Bapak Kapolri tidak akan mentoleransi tindakan seperti ini dan akan memberikan sanksi tegas baik secara hukum maupun kedinasan," ujar Rano.
"Kami memandang kasus ini sebagai hal yang sangat serius dan meminta agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Terhadap pelaku, harus ada pertanggungjawaban, baik secara hukum pidana maupun konteks kedinasan," tambahnya.
Lebih lanjut Rano menilai adanya indikasi pembunuhan berencana dari kasus ini. Diagendakan Komisi III akan menyambangi Polda Sumatera Barat Senin depan untuk mendalami kasus tersebut.
Baca Juga : Awasi Transaksi MBG, PPATK Luncurkan Sistem Intelijen Keuangan Detak MBG
"Kami juga menduga adanya indikasi pembunuhan berencana, tetapi tetap menyerahkan proses hukum ini kepada pihak penyidik untuk memastikan fakta yang sebenarnya," tutur Rano.
"Minggu depan, kami akan berkunjung ke Sumatera Barat untuk memantau langsung situasi, dan pada Kamis tanggal 28 setelah pilkada, kami berencana memanggil Kapolda Sumatera Barat, Kapolres Solok Selatan, dan Kadiv Propam Mabes Polri untuk RDPU," imbuhnya.
(cw1nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Akademisi: Hukuman Bagi Polisi Tembak Polisi Sudah Sesuai Ketentuan
