Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

TNI AL Bongkar Penyelundupan Arak Bali Tanpa Cukai: Modusnya Pakai Peralatan Ibadah

TNI AL menggagalkan penyelundupan 1.748 botol arak Bali ilegal di Pelabuhan Bakauheni. Miras tanpa cukai disamarkan sebagai perlengkapan ibadah.

Barang bukti 1.748 botol arak Bali yang diamankan TNI AL. (Foto: Dok. TNI AL)
Barang bukti 1.748 botol arak Bali yang diamankan TNI AL. (Foto: Dok. TNI AL)
A A

Nusantaraterkini.co, LAMPUNG - (Angkatan Laut) bersama Tim Satgas Pam Obvit berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras ilegal jenis arak Bali di Pelabuhan ASDP Bakauheni, , Senin (9/2/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan intelijen terkait satu unit kendaraan Cold Diesel bernomor polisi DK 8513 HF yang dicurigai membawa muatan miras tanpa dokumen resmi. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi dan penyekatan di area pelabuhan.

Kendaraan tersebut akhirnya dihentikan saat keluar dari kapal di Dermaga Eksekutif Pelabuhan ASDP Bakauheni. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan ratusan botol arak Bali yang disamarkan menggunakan peralatan ibadah umat Hindu.

Dari hasil penggeledahan, aparat mengamankan sebanyak 1.748 botol arak Bali serta enam jerigen berisi cairan arak dengan kapasitas sekitar 35 liter per jerigen. Seluruh barang tersebut tidak dilengkapi izin edar maupun pita cukai, sehingga diduga kuat merupakan minuman keras ilegal.

Komandan Kolonel Laut (P) Krido Satriyo Utomo menjelaskan, berdasarkan keterangan pengemudi, muatan arak Bali itu dikirim dari Denpasar, Bali, dengan tujuan Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

“Pengemudi, kendaraan, serta seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Satker Lanal Lampung Panjang untuk proses hukum lebih lanjut dan akan diserahkan kepada Bandar Lampung,” ujarnya.

Penggagalan penyelundupan ini merupakan bagian dari pelaksanaan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menegaskan komitmen dalam memperketat pengawasan di wilayah perairan dan pintu masuk strategis nasional.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait