Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kinerja IHSG Terkoreksi, Gugatan Pemilu dan Pelemahan Rupiah Berperan?

Editor:  Akbar
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi Index Harga Saham Gabungan (IHSG). (Istockphoto.com)

Kinerja IHSG Terkoreksi, Gugatan Pemilu dan Pelemahan Rupiah Berperan?

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - IHSG Melemah Akibat Sentimen Negatif Internal: Kinerja IHSG ditutup turun 0.16% di level 7.365,66 pada perdagangan hari ini. 

IHSG sempat menyentuh level terendahnya di 7.330 sebelum akhirnya berbalik arah, meskipun tetap ditutup dalam tren negatif. 

Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjutkan Reli ke 8.122, Ini 4 Saham Pilihan Analis

Kondisi tersebut dipicu oleh berbagai sentimen domestik yang memburuk, salah satunya adalah gugatan hasil pemilu yang diajukan oleh pasangan calon nomor urut 01 dan 03.

Selain itu, kata Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh penurunan kinerja mata uang Rupiah. 

“Rupiah selama sesi perdagangan banyak ditransaksikan di zona merah, terus berkonsolidasi di sekitar level 15.800 per US Dollar,” kata Gunawan Benjamin, Selasa (26/3/2024).

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026

Meskipun demikian, kata pria berkacamata ini, Rupiah mampu mengurangi kerugian dan akhirnya ditutup menguat tipis di level 15.785 per US Dollar.

“Meski menguat, ancaman terhadap kinerja Rupiah selama sesi perdagangan hari ini masih memberikan tekanan bagi kinerja IHSG,” akunya. 

Depresiasi Rupiah yang disebabkan oleh capital outflow dan penurunan kinerja ekspor juga menjadi beban bagi mata uang tersebut dalam menghadapi tekanan dari US Dollar.

Baca Juga : EKSLUSIF, Gedung UMKM Square USU Belum Beroperasi, Aktifitas Pekerja Proyek Tidak Terlihat

“Pelaku pasar saat ini masih mengambil sikap "wait and see", yang tercermin dari pergerakan sideways pasar keuangan. Mereka menantikan rilis data inflasi di akhir pekan ini,” ujarnya. 

Sementara itu, harga emas terpantau menguat di level $2.191 per ons troynya. Penguatan ini masih didorong oleh sentimen positif terkait perkembangan suku bunga acuan ke depan.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyerapan Gabah di Lalan, Dorong Peningkatan Indeks Tanam