Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kenaikan Harga Jagung Tak Pengaruhi Harga Daging Ayam dan Telur

Fitra Kurnia mengatakan telah memanggil divisi pakan ternak serta produsen-produsen pakan untuk memastikan harga komoditas tersebut tidak naik

Kadis Perindag ESDM Sumatera Utara, Fitra Kurnia. (Foto: Istimewa)
Kadis Perindag ESDM Sumatera Utara, Fitra Kurnia. (Foto: Istimewa)
A A

, MEDAN - Harga jagung di (Sumut) pada Kamis (13/11/2025) mengalami kenaikan hingga menyentuh harga Rp6.900 per kilogram.

Meski demikian, kondisi tersebut dianggap tidak memengaruhi harga komoditas lain seperti daging ayam dan telur.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Manusia (Disperindag ESDM) Sumut, mengatakan, jika telah memanggil divisi serta produsen-produsen pakan untuk memastikan harga pada komoditas tersebut tidak naik.

"Terkait dengan kenaikan sama itu mereka (produsen pakan ternak dan divisi pakan ternak) sudah berkomitmen tidak menaikkan harga," katanya kepada Nusantaraterkini.co saat ditemui di kantor DPRD Sumut, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga : Penghentian Impor Sebabkan Harga Jagung Naik

Sebelumnya telah diberitakan, Pengamat Ekonomi, , mengatakan jika berpotensi menggerek harga komoditas lain seperti daging ayam dan telur. Selain itu, juga dinilai berpotensi mengganggu keberlanjutan ().

“Jika harga pakan terus naik, biaya produksi ayam dan telur otomatis meningkat. Padahal dua komoditas ini menjadi bahan utama dalam program ,” katanya saat dihubungi.

Kenaikan itu, lanjut Benjamin, dipicu karena turunnya produktivitas panen di daerah sentra, seperti Kabupaten Karo, akibat cuaca dan keterlambatan distribusi.

Menurut Benjamin, pakan menyumbang lebih dari 60 persen unggas. Lonjakan harga jagung akan membuat harga daging ayam cenderung stagnan di level tinggi, sementara harga telur mulai menembus Rp2.200 per butir.

Baca Juga : Harga Jagung Naik, Pengamat: Pontensi Ancam Efektivitas Program MBG

“Kondisi ini membuat pelaksana MBG di daerah akan kesulitan menjaga standar gizi dengan anggaran yang sudah ditetapkan. Kalau bahan bakunya naik, menunya mau tidak mau harus disesuaikan,” ujarnya.

/tag/program-makan-bergizi-gratis" class="article-tag-link" rel="tag">Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang tengah digulirkan pemerintah di sejumlah daerah, mengandalkan pasokan bahan pangan lokal seperti daging ayam, telur, dan sayur-mayur.

Namun dengan yang melonjak, kata Benjamin, harga jual dari pemasok juga ikut terkerek.

Benjamin menilai pemerintah perlu segera menstabilkan harga bahan pakan melalui intervensi pasokan jagung atau subsidi transportasi dari daerah sentra.

“Kalau tidak dikendalikan, program MBG bisa kehilangan efektivitas karena biaya operasional melonjak,” ujarnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru