Kebakaran Hutan Pinus Tele Ganggu Pengguna Jalan dan Wisatawan yang Berlibur Ke Samosir
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Pinus Tele, Samosir membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu.
nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Pinus Tele, Samosir membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu.
Sejumlah wisatawam yang ingin berlibur ke destinasi yang ada di Kabupaten Samosir terpaksa harus harus rela menunggu antrian untuk melintas di kawasan itu.
Selain mengganggu arus lalu lintas, asap tebal akibat kebakaran juga menutupi jarak pandang pengendara.
Baca Juga : Hutan Pinus Tele Kembali di Lahap Si Jago Merah: Lahan Terbakar Capai 50 Hektar
Kebakaran hutan dan lahan terjadi terjadi di Hutan Pinus Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir pada (01/07/2025).
Penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui. Informasi yang dihimpun bahwa kebakaran berasal dari Menara Pandang Tele hingga merambat ke bawah hingga ke tepi jalan raya.
Kencangnya angin membuat api dengan cepat menjalar dengan cepat. Pengguna jalan terpaksa diberhentikan sementara waktu untuk menghindari kobaran api yang besar. Bahkan asap dari kobaran api membuat para pengguna jalan kawatir dan resah.
Baca Juga : 3 Jemaah Haji RI Hilang, Petugas Sisir Masjidil Haram hingga RS di Makkah
Pemadam kebakaran (Damkar) dan seluruh relawan telah melakukan pemadam sejak pagi hingga sore hari, namun karena angin kencang api belum juga berhasil dipadamkan.
Salah satu pengguna jalan Tison mengungkapkan bahwa kobaran api cukup besar dan membuat penglihatan terganggu ketika berkendara.
"Kobaran api lumayan kencang sehingga merambat ke tepi jalan, kabut asap menutupi jalan dan batu-batu mulai berjatuhan ke tepi jalan, sehingga menggangu dan membahayakan pengendara terkhusus penggendara sepeda motor maupun wisatawan yang berlibur ke Kabupaten Samosir", terangnya dengan nada kawatir.
Ia juga melanjutkan, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Hutan Pinus Tele kerap kali terjadi padahal hal tersebut membahayakan pengguna jalan.
"Kebakaran Hutan Pinus Tele kerap terjadi di musim kemarau, kebakaran tersebut sangat merugikan semua pihak terkhusunya pengguna jalan yang ingin ke atas Tele maupun kearah Kota Pangururan", ujarnya
Ia berharap agar pemerintah dan Damkar maupun seluruh pihak terkait mau bekerja ekstra untuk segera memadamkan api serta menghukum pelaku pembakaran Hutan Pinus Tele.
"Harapan kami, kiranya Pemerintah Kabupaten Samosir, Damkar, KPH maupun semua pihak untuk segera memadamkan api demi keselamatan seluruh pengguna jalan, wisatawan dan warga Samosir. Pemerintah harus bertindak tegas dan menangkap pelaku kebakaran serta menempuh jalur hukum", tegasnya.
(JAS/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIIHSG Menguat, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini Jumat 23 Oktober 2026
hendra·22 menit yang lalu -
NEWSFirman Soebagyo Dorong 36 Ribu Pesantren Jadi Lumbung Pangan Nasional, Usul 20 Persen Anggaran Kementan untuk Petani San
hendra·41 menit yang lalu -
NEWSPendeta Julius Z Desak Kapolri Copot Penyidik Bermasalah, Dugaan Suap Kasus Penganiayaan Famoni Gulo Disorot
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALAnggota DPRD Mempawah Choirussaib Jadi Tersangka Pembakaran Lahan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerguruan Taman Siswa Binjai Dibobol Maling, Pelaku Terekam CCTV
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSPolres Binjai Tindak 12 Lokasi Diduga Sarang Narkoba, 10 Gubuk Dibongkar dan Dibakar
hendra·3 jam yang lalu -
SUMUTPelindo Ambil Alih Administrasi Penagihan Non Petikemas Sibolga Mulai 1 November 2026
Rozie Winata·8 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGiliran 7 Pejabat BBPJN Sumut Ditahan KPK Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalan
Rozie Winata·9 jam yang lalu -
OLAHRAGAPorprov Sumut 2026 Terancam Mundur, Ratusan Atlet Dipastikan Batal Berangkat
Rozie Winata·10 jam yang lalu -
PERISTIWADitinggal Pergi Pemilik, Satu Unit Rumah di Padangsidimpuan Ludes Terbakar
Rozie Winata·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan