Nusantaraterkini.co,SIBOLGA – Si jago merah melahap kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Ketapang Gang Kerinci, Kelurahan Simare-mare, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, namun tidak ada korban jiwa.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak empat unit rumah tempat tinggal semi permanen terbakar, dengan rincian tiga unit mengalami rusak berat dan satu unit rusak ringan.
Baca Juga : 16 Lansia Tewas dalam Kebakaran Panti Jompo di Manado, Komisi VIII DPR Desak Reformasi Total
Kasi Humas Polres Sibolga AKP Suyatno menjelaskan, Kebakaran tersebut mengakibatkan enam kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
"Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah)," ujar AKP Suyanto.
Berdasarkan keterangan saksi Mansur Sinaga (24), seorang nelayan yang tinggal di lokasi kejadian, kebakaran pertama kali diketahui saat dirinya sedang tidur di dalam rumah. Ia tiba-tiba merasakan hawa panas dan melihat kobaran api telah muncul dari belakang rumah, tepatnya di area dapur.
"Saya langsung ke luar rumah untuk menyelamatkan diri," ungkapnya.
Saksi lainnya, Irma Simanjuntak (42), ibu rumah tangga yang juga warga setempat, menerangkan bahwa sekitar pukul 08.55 WIB dirinya sedang berada di depan rumah sambil berbincang dengan warga. Tak lama kemudian, suaminya melihat kepulan asap hitam dari belakang rumah milik Mansur Sinaga.
"Lama kelamaan api sudah membesar dengan cepat dan merambat ke rumah-rumah lain," kata dia.
Api dengan cepat menjalar karena sebagian besar bangunan terbuat dari material semi permanen serta jarak antar rumah yang berdekatan.
Sekira pukul 09.00 WIB, petugas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Sibolga tiba di lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air.
Proses pemadaman turut dibantu oleh personel Kepolisian, TNI, Satpol PP, BPBD, serta masyarakat sekitar. Setelah berjibaku selama kurang lebih 25 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 09.25 WIB.
Adapun rumah warga yang terdampak kebakaran dihuni oleh enam kepala keluarga, yakni M Efendi Sinaga, Alfani Simamora, Toni Simatupang, Syarifudin, Rabbi, dan Musinam. Sebagian besar rumah korban mengalami kerusakan berat, sementara satu rumah mengalami kerusakan ringan.
Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Dugaan sementara api berasal dari bagian belakang rumah salah satu warga, namun belum dapat dipastikan sumber pemicunya.
Baca Juga : Dua Hari Usai Kebakaran, Sejumlah Titik Api Masih Terlihat Damkar Lakukan Pemadaman
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk, serta memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman guna mencegah kejadian terulang kembali.
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
