Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Personel Polri Juga Luka-luka saat Unjuk Rasa Berujung Ricuh di DPRD Sumut, Ini Datanya

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Mhd Ilham Pradilla
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana kericuhan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (25/8/2025) petang. (Foto: Mhd Ilham Pradilla/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sejumlah personel Kepolisian mengalami luka-luka saat mengamankan aksi unjuk rasa kenaikan tunjangan gaji DPR, di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (25/8/2025) petang.

Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh ini ditenggarai oleh massa aksi yang melakukan pelemparan batu hingga mengarhkan petasan ke petugas kepolisian yang mengamankan unjuk rasa.

Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Sumut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, pihaknya sudah mendata pasukan yang mengalami luka akibat pengamanan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sumut.

Baca Juga : Pasien RS Siloam Terpaksa Dievakuasi Menggunakan Kursi Roda Akibat Lalulintas Lumpuh saat Demo di DPRD Sumut

Ada tiga personel Dit Samapta Polda Sumut yang dirujuk ke RS Bhayangkara, yakni Bripda Rio William Rapmagabe Silalahi (cedera tangan kiri usai tertimpa massa), Bripda Rikoanan (cedera kaki dan kepala akibat pintu gerbang roboh serta dikeroyok massa), dan Bripda Royanto Hutasoit (luka robek di kepala kanan dekat telinga, telah dijahit).

Kemudian dari Polrestabes Medan tercatat ada tiga orang yakni, Ipda Hesti Hutajulu (jatuh ke arah ban terbakar), Brigadir Anwar (luka di dengkul akibat lemparan batu), serta Bripda Daniel Silitonga (luka di pipi terkena bambu).

Jadi total korban dalam aksi unjuk rasa dari pihak kepolisian sebanyak 6 orang.

Dia menyampaikan, bahwa pihaknya tetap memberikan kebebasan berpendapat kepada massa aksi, namun tidak sampai melakukan tindakan yang anarkis.

“Polri tetap menjamin kebebasan berpendapat, namun aksi anarkis tidak bisa ditolerir karena membahayakan masyarakat maupun petugas. Personel yang terluka saat menjalankan tugas mendapat penanganan intensif,” jelasnya.

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara (Sumut) mengaku mengerahkan ratusan personel gabungan untuk pengamanan demonstrasi menolak kenaikan tunjangan gaji DPR di Gedung DPRD Sumut, Selasa (26/8/2025).

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, pihaknya akan tetap menjaga keamanan bagi masyarakat Sumut saat berlangsungnya demo ricuh tadi.

“Tugas kita selaku aparat kepolisian, aparat hukum memberikan keamanan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya kepada wartawan, Selasa (26/8/2025) malam.

Whisnu menegaskan, agar massa aksi tidak melakukan keonaran sehingga mengganggu dan membuat keresahan masyarakat.

“Ingat jangan coba-coba menganggu keamanan ketertiban masyarakat Sumatera Utara, itu tugas kita,” katanya.

Baca Juga : Aksi Demo Mahasiswa di Gedung DPRD Sumut Ricuh, Demonstran dan Petugas Terlibat Bentrok

Dia mengungkapkan, hingga saat ini kondisi di lokasi sudah aman, penjagaan ini semata-mata hanya untuk menjaga perekonomian Indonesia agar tidak terganggu.

“Situasi saat ini, alhamdulillah puji tuhan aman karena kita berfikir untuk investasi ekonomi. Alhamdulillah sekali bahwa tidak ada korban berkat doa masing masing,“ katanya.

Meski begitu, Whisnu tetap memerintahkan anggotanya agar benar-benar memastikan situasi sampai benar-benar tertib, sehingga masyarakat agar dapat istirahat dengan nyaman.

“800 personel, sampai aman. Ada pengamanan ada patroli, pokoknya kami menjaga keamanan, ketertiban Sumatera Utara,” pungkasnya.

(cw3/nusantaraterkini.co)