Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Curah Hujan Tinggi, Dua Desa di Samosir Diterjang Banjir Bandang

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Situasi pasca banjir bandang di Samosir. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini,co, SAMOSIR - Peristiwa banjir bandang melanda Desa Martoba dan Desa Unjur di Kabupaten Samosir, Sabtu (28/9/2024).

Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda dua desa tersebut, pada malam hari.

Baca Juga : Desa Sukajadi 'Hilang' Pasca-Banjir Aceh Tamiang, Pertamina EP Rantau Field Beri Bantuan Berkelanjutan

Informasi diperoleh, peristiwa banjir bandang bermula ketika hujan yang melanda pada pukul 20.30 WIB. Hujan yang tak kunjung reda selama berjam-jam tersebut kemudian disusul suara gemuruh dari gunung dan selanjutnya datang air deras yang menghantam pemukiman warga.

Baca Juga : Banjir Bandang Turut Hancurkan Puluhan Hektare Kebun Sawit di Aceh Timur

Banjir bandang di Desa Martoba mengakibatkan beberapa rumah terendam air. Namun terdapat satu rumah yang kondisinya parah dan membuat barang-barang rumah keluar tebawa arus dan rusak.

Baca Juga : Puncak Arus Balik Minggu Besok: Polda Sumut Kerahkan Tim Urai Macet di Jalur Wisata dan Titik Rawan

Akibat kejadian ini, satu keluarga harus mengungsi untuk aementara waktu. Beruntung bencana ini tidak sampai menelan korban dan hanya ada dua orang yang mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga : Siapkan Simalungun hingga Samosir Jadi Pusat Pangan, Pemprov Sumut Kejar Target Inflasi Rendah ​

Satu warga, Viktor Sidabutar mengatakan awal mula banjir bandang dimulai dari hujan yang deras tak kunjung reda.

"Tiba-tiba dari gunung ada suara gemuruh, menandakan kali (Sungai) sudah jebol, lalu air besar pun datang merusak rumah warga," ucapnya.

Baca Juga : Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Curah Hujan dan Tekan Risiko Bencana Susulan

Viktor beranggapan, sumber penyebab banjir berasal dari adanya pihak yang melakukan pemecahan batu untuk dijual sebagai bahan bangunan.

Baca Juga : BMKG Warning Wilayah Aceh-Sumut Bakal Dilanda Hujan Ekstrem dan Angin Kencang Masih Tinggi

"Sumber penyebab banjir bandang berasal dari belakang rumah, adanya melakukan pemecahan batu agar batu-batu dijual. Batu dijual untuk bangunan-bangunan, batu mungkin dibuat di dalam kali, sehingga kalinya tersumbat mengakibatkan banjir bandang" tambahnya.

Dia menambahkan bahwa korban jiwa dalam bencana alam tidak ada tetapi ada ada dua orang suami dan istri yang luka ringan akibat air besar yang masuk ke rumah.

"Rumah warga masih aman, hanya air saja masuk ke rumah. Namun ada satu rumah terdampak parah, semua barang-barang dalam rumah dibawa arus air yang deras, pintu jebol, kamar mandi tertimbun, banyak barang- barang rusak, hewan peliharaan sebanyak 50 ekor ayam meninggal tertimbun dan anjing," pungkasnya.

(cw8/Nusantaraterkini.co)