Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Tel Aviv Klaim Korban Anggota Hamas

Jurnalis Al Jazeera Ahmed Wishah tewas akibat serangan Israel di Gaza. Israel mengklaim korban anggota Hamas tanpa bukti terbuka.

Seorang jurnalis Al Jazeera, Ahmed Wishah, tewas dalam serangan militer Israel yang menghantam sebuah rumah di Kamp Pengungsi Bureij, wilayah Gaza tengah, Sabtu (20/6/2026). (Foto: istimewa)
Seorang jurnalis Al Jazeera, Ahmed Wishah, tewas dalam serangan militer Israel yang menghantam sebuah rumah di Kamp Pengungsi Bureij, wilayah Gaza tengah, Sabtu (20/6/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, – Seorang , , tewas dalam serangan militer yang menghantam sebuah rumah di Kamp Pengungsi Bureij, wilayah Gaza tengah, Sabtu (20/6/2026).

Kematian Wishah memicu kecaman dari Al Jazeera. Dalam pernyataan resminya, jaringan media asal Qatar tersebut menilai serangan yang menewaskan koresponden itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kebebasan pers.

Al Jazeera menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari pola penargetan terhadap pekerja media yang bertugas melaporkan situasi di .

"Ini merupakan pelanggaran baru yang terang-terangan terhadap seluruh hukum dan norma internasional, serta mencerminkan kebijakan sistematis yang terus berlanjut dalam menargetkan para jurnalis dan membungkam suara kebenaran," demikian pernyataan Al Jazeera dikutip Minggu (21/6/2026).

Selain menewaskan Ahmed Wishah, di sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada hari yang sama dilaporkan menyebabkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia.

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi bahwa pihaknya memang melakukan serangan yang menargetkan Wishah. Namun, Israel mengklaim bahwa jurnalis tersebut merupakan anggota kelompok .

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel () kepada AFP mengatakan bahwa operasi tersebut ditujukan kepada Ahmed Wishah yang disebut sebagai "teroris Hamas".

Meski demikian, hingga pernyataan itu disampaikan, pihak militer belum mempublikasikan bukti yang mendukung tuduhan tersebut. Mereka hanya menyebut rincian lebih lanjut akan disampaikan dalam keterangan resmi berikutnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi para jurnalis yang meliput konflik bersenjata di Gaza, di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap keselamatan pekerja media di wilayah perang.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru