Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Israel Gempur Gaza, Dua Warga Tewas dan Gudang Obat Rumah Sakit Al-Aqsa Hancur

Serangan Israel di Gaza menewaskan dua warga Palestina dan menghancurkan gudang obat RS Al-Aqsa. Konflik memanas di tengah ketidakpastian damai.

Bagikan:
Warga Palestina melihat lokasi setelah serangan Israel terhadap gudang obat-obatan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Mahmoud Issa/REUTERS)
Warga Palestina melihat lokasi setelah serangan Israel terhadap gudang obat-obatan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Mahmoud Issa/REUTERS)
A A

Nusantaraterkini.co, – kembali mengguncang Jalur Gaza pada Sabtu (1/8/2026). Dua warga dilaporkan tewas dalam serangan di Kota Gaza, sementara serangan lain menghancurkan dua gudang penyimpanan obat milik Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di .

Menurut otoritas kesehatan Palestina, dua korban jiwa berada di kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza. Militer Israel menyatakan operasi tersebut menargetkan anggota . Namun, hingga kini tidak ada bukti maupun rincian yang dipublikasikan untuk mendukung klaim tersebut.

Beberapa jam berselang, kembali terjadi di bagian tengah. Ledakan menghantam kompleks Rumah Sakit Martir Al-Aqsa dan menghancurkan dua gudang yang menyimpan obat-obatan serta perlengkapan medis penting.

Kementerian Kesehatan di Gaza menjelaskan, gudang tersebut berisi stok obat bagi pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah, kain kasa, alat kesehatan, dan berbagai kebutuhan medis lainnya yang digunakan untuk pelayanan pasien sehari-hari.

Selain dua gudang utama, sejumlah fasilitas lain ikut terdampak, termasuk gudang penyimpanan tambahan dan klinik rawat jalan rumah sakit. Tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan yang menyasar kompleks rumah sakit tersebut.

Di sisi lain, militer menyebut serangan dilakukan berdasarkan informasi intelijen Shin Bet yang mengindikasikan adanya lokasi operasi di sekitar rumah sakit. Israel juga menuduh area tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata, meski belum menyampaikan bukti yang mendukung tuduhan itu.

Rekaman video Reuters memperlihatkan kawah besar di sekitar kompleks rumah sakit. Puing bangunan dan perlengkapan medis tampak berserakan di lokasi yang berada tidak jauh dari kawasan tenda pengungsian.

Dokter Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, mengecam keras serangan tersebut. Menurutnya, fasilitas yang dihancurkan menyimpan persediaan medis yang sangat dibutuhkan untuk melayani pasien.

"Pendudukan Israel telah melakukan kejahatan keji. Di tengah malam mereka menargetkan gudang yang berisi persediaan medis untuk rumah sakit dan menghancurkannya sepenuhnya," ujar Khalil al-Daqran dikutip dari Reuters, Minggu (2/8/2026).

Sejumlah saksi mata mengatakan militer Israel sempat mengeluarkan peringatan evakuasi sebelum melancarkan serangan.

Seorang pengungsi bernama Fatima Sharab (34) mengungkapkan ledakan juga merusak tenda-tenda yang dihuni sekitar 60 hingga 70 orang. Ia mengatakan banyak keluarga memilih tinggal di sekitar rumah sakit agar lebih mudah memperoleh layanan kesehatan.

Berdasarkan hukum humaniter internasional, rumah sakit dan fasilitas sipil mendapat perlindungan khusus selama konflik bersenjata. Namun Israel berulang kali menuduh Hamas memanfaatkan fasilitas kesehatan sebagai basis operasi militer dan tempat penyimpanan senjata, tuduhan yang terus dibantah oleh kelompok tersebut.

Gencatan Senjata Masih Belum Menemukan Titik Terang

Serangan terbaru terjadi di tengah ketidakpastian proses gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan terdapat perkembangan positif dalam upaya mengakhiri perang. Ia mengklaim Hamas bersedia meletakkan senjata sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Namun hingga kini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir secara terbuka menolak wacana tersebut. Ia menegaskan operasi militer terhadap Hamas seharusnya tetap dilanjutkan hingga tujuan Israel tercapai.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait