Gedung Rusak Akibat Perang Ambruk di Gaza, 21 Orang Tewas Termasuk 11 Anak
Gedung rusak akibat perang di Gaza City ambruk, menewaskan 21 orang termasuk 11 anak dan melukai puluhan lainnya
Nusantaraterkini.co, GAZA - Jumlah korban tewas akibat ambruknya sebuah bangunan tempat tinggal di Gaza City bagian barat bertambah menjadi 21 orang, termasuk 11 anak dan enam perempuan, dengan lebih dari 25 lainnya luka-luka, kata pejabat dan warga setempat pada Rabu (16/9/2026).
Bangunan enam lantai bernama Al-Saada, yang sebelumnya rusak akibat gempuran Israel, ambruk pada Rabu (16/9/2026) dini hari di dekat markas Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA), demikian disampaikan Mahmoud Basal, juru bicara pertahanan sipil Palestina.
Bangunan tersebut menampung sekitar 100 orang pengungsi, demikian disampaikan oleh warga setempat.
Basal menyatakan bahwa tim penyelamat berhasil menyelamatkan 45 orang dan mengevakuasi 21 jenazah dalam operasi pencarian yang berlangsung selama 16 jam.
"Sebanyak 35 orang lainnya berhasil menyelamatkan diri," imbuhnya.
Puluhan kerabat korban yang berduka tampak berkumpul di luar bangunan ambruk tersebut, beberapa di antara mereka bahkan menggali reruntuhan dengan tangan kosong.
Louay al-Ajla (54) kehilangan hampir 10 anggota keluarganya dalam insiden ambruknya bangunan tersebut.
"Saya menerima kabar itu saat fajar. Sungguh sangat menghancurkan hati," ujar al-Ajla.
Pihak berwenang Palestina menyalahkan pihak Israel atas pembatasan pengiriman alat berat dan perlengkapan yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran operasi penyelamatan.
Dalam sebuah pernyataan, kantor media yang dikelola Hamas di Gaza menyebutkan, lebih dari 8.500 orang hilang masih tertimbun di bawah reruntuhan di seluruh Jalur Gaza akibat kendala dalam memasukkan alat berat serta perlengkapan penyelamatan.
"Ribuan bangunan yang rusak juga merupakan bom waktu," imbuh pernyataan tersebut.
Basal menambahkan, lebih dari 2.000 bangunan tempat tinggal terancam ambruk seiring mendekatnya musim dingin. Dia menyerukan kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan negara-negara penjamin gencatan senjata agar memfasilitasi masuknya peralatan, sembari memperingatkan akan terjadinya bencana yang sudah di depan mata.
Insiden ambruknya bangunan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata, sementara belum terlihat adanya kemajuan dalam perundingan antara Hamas dan Israel meskipun kesepakatan gencatan senjata telah mulai berlaku pada Oktober 2025.
(*/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·9 menit yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·10 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·12 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·13 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan