Laporan PBB: Serangan Bom Api di Gaza Picu Pengungsian Baru di Beit Lahia
PBB laporkan serangan bom api di Beit Lahia, Gaza, picu pengungsian baru. Warga terdampak perluasan "Garis Kuning"
Nusantaraterkini.co, GAZA - Serangan bom api Israel memaksa keluarga-keluarga di Gaza mengungsi dalam semalam.
Serangan ini merupakan perluasan atau apa yang disebut sebagai Garis Kuning (Yellow Line) untuk menghalangi keluarga-keluarga kembali ke rumah mereka, kata badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (24/6/2026).
"Orang-orang di area Beit Lahia di Kegubernuran Gaza Utara mengungsi dalam semalam," tutur Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA).
Sekitar tengah malam, kurang lebih 30 rumah tangga dilaporkan mengungsi saat tank-tank bergerak maju menuju Persimpangan Al Atatra di Beit Lahia.
Menurut laporan, sebuah drone dengan empat baling-baling (quadcopter) menjatuhkan amunisi pembakar yang menyebabkan tiga tenda terbakar, urai OCHA.
Meski sebagian besar keluarga dapat kembali setelah pasukan tersebut ditarik, enam rumah tangga tetap mengungsi karena sebuah blok beton kuning dipasang di dekat tempat tinggal mereka.
Pemasangan blok-blok semacam itu menandakan perluasan apa yang disebut sebagai Garis Kuning, yang merupakan batas penanda lokasi tempat kekuatan mematikan kerap kali digunakan, hingga ke area permukiman, kata OCHA.
"Mitra-mitra kemanusiaan membantu keluarga-keluarga yang baru mengungsi atau kehilangan harta benda mereka," ujar OCHA.
"Pekan lalu, mitra-mitra merespons peringatan darurat yang berdampak terhadap 135 rumah tangga. Setelah melakukan evaluasi cepat terhadap kebutuhan masing-masing, para mitra menyediakan tenda, selimut, perlengkapan kebersihan dan perawatan diri, jeriken, serta terpal kepada para pengungsi melalui Mekanisme Distribusi Gabungan Cepat," sambungnya.
Sebagian besar keluarga yang baru-baru ini terdampak merupakan korban serangan tersebut.
Puluhan keluarga lainnya mengungsi dari area-area di sepanjang Garis Kuning menyusul masuknya pasukan Israel dan pemasangan blok beton kuning. Sebagian kecil warga menerima bantuan setelah ada kebakaran rumah atau banjir, papar OCHA.
Kantor PBB itu memaparkan bahwa mayoritas dari 2,1 juta jiwa warga di Gaza masih mengungsi. OCHA juga memperingatkan bahwa penyediaan tempat penampungan yang dapat bertahan lebih lama.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·6 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·31 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan