Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

JanganSampai Dilewatkan, Berikut 3 Hikmah Dibalik Anjuran Makan Sahur saatPuasa Ramadan

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist

NUSANTARATERKINI.CO - Sebelum menjalankan ibada puasa pada bulan Ramadan, umat muslim dianjurkan untuk makan sahur terlebih dahulu.

Sahur pada saat puasa Ramadan hukumnya sunnah, artinya aktivitas ini tidak diwajibkan.

Baca Juga : Demi Kenyamanan Ibadah Ramadan, Bobby Nasution Deadline Kepala Daerah Selesaikan Data Korban Bencana

Namun bagi siapa yang menjalankan sahur pada saat puasa Ramadan, maka ia akan mendapatkan berkah dari Allah SWT sebab sahur merupakan hal yang dianjurkan di dalam islam.

Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 1447 H Tanggal 18 Februari dan Idul Fitri 20 Maret 2026

Sahur berasal dari bahasa Arab, سحور, juga disebut Sehur, Sehri, Sahari, dan Suhoor dalam bahasa lain.

Istilah sahur ini merujuk pada aktivitas makan yang dilakukan oleh umat Islam pada dini hari.

Baca Juga : Mengenal Malam Lailatul Qadar dan Kemuliaan di Dalamnya

Diriwayatkan dari Anas ra, Rasulullah SAW bersabda, "Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu mengandung keberkahan." (HR Syaikhani)

Baca Juga : Polisi Diminta Tindak Tegas Ormas yang Sweeping Warung saat Ramadan

Para ulama telah sepakat bahwa puasa seseorang tetap sah meskipun dia tidak melakukan sahur. Selain itu, terdapat anjuran dari hadis untuk melakukan sahur pada malam sebelum imsak.

Orang yang melaksanakan sahur akan mendapatkan berkah yang tidak diperoleh oleh mereka yang tidak sahur. Namun, apa sebenarnya berkah yang diperoleh dari sahur?

Baca Juga : Pakat Khas Mandailing jadi Favorit Makanan Masyarakat saat Ramadan

1. Mencegah lemas saat beribadah puasa

Baca Juga : Hukum Suami Istri Berhubungan Badan di Bulan Ramadan

Sahur dijelaskan dalam kitab Is'afu Ahl al-Iman bi Wadza'if Syahri Ramadhan sebagai tindakan yang menunjukkan kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya.

Jika Nabi SAW tidak melaksanakan sahur, umat Islam tidak akan melakukannya karena segala perbuatan Nabi adalah sunnah.

Sahur memberikan energi yang diperlukan untuk beraktivitas dan beribadah sepanjang hari, sehingga mencegah rasa lemas saat menjalankan ibadah puasa.

2. Makanan tidak dihisab

Orang yang melakukan sahur mendapatkan berkah karena makanan sahur tidak dihisab oleh Allah SWT.

 Meskipun Allah menghisab semua makanan yang dikonsumsi, makanan yang disantap saat sahur dikecualikan dari hisab tersebut.

Selain itu, makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa juga tidak akan dihisab oleh Allah SWT, merupakan salah satu berkah dari sahur sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi.

Artinya, “Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah swt, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain.”

3. Pembeda puasa umat muslim dengan umat lainnya

Kemudian, sahur juga menjadi pembeda antara umat Muslim dengan umat lainnya yang berpuasa. Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya:

"Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur."

Terkait hadits di atas, Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan yang artinya,

"Maknanya, yang menjadi pembeda dan keistimewaan antara puasa kita dan puasa mereka (Yahudi dan Nasrani) adalah sahur. Karena sesungguhnya mereka tidak sahur, sedangkan kita disunahkan untuk sahur." (Syarah Muslim Imam Nawawi, juz 7, hal. 207)

(*/nusantaraterkini.co)