Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

“Jangan Singkong Terus, Dong!” Curhat Ibu-ibu Petani Purwakarta ke Waka BGN soal Menu MBG

Ibu-ibu petani Purwakarta curhat soal menu MBG yang sering singkong. BGN dorong variasi menu dan libatkan warga binaan Lapas.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang/(Istimewa).
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang/(Istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co, – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional () Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Deyang, ke Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam dialog santai bersama para ibu rumah tangga petani kecil, muncul curhat sederhana namun penuh makna terkait program () di sekolah.

“Alhamdulillah senang ada … tapi kalau boleh jangan singkong terus, ya Bu. Singkong mah kami sudah biasa,” ujar Siti, warga Desa Cileunca, disambut tawa ibu-ibu lainnya, dikutip Minggu (15/2/2026).

Candaan itu langsung direspons Nanik dengan memanggil Koordinator Wilayah setempat. Ia meminta agar dapur MBG lebih kreatif dalam menyusun menu yang variatif, bergizi, dan tetap aman dikonsumsi anak-anak.

“Kalau singkongnya dikasih keju, mau kan?” tanya Nanik, yang langsung dijawab kompak, “Mau, Bu!” oleh para ibu dengan gelak tawa.

MBG Bantu Ringankan Beban Orang Tua

Meski menginginkan menu yang lebih beragam, para ibu mengaku sangat terbantu dengan program MBG. Anak-anak kini tak lagi perlu membawa uang jajan ke sekolah.

“Sekarang nggak perlu siapkan uang jajan lagi,” kata salah satu ibu petani.

Dengan penghasilan buruh tani sekitar Rp65 ribu untuk setengah hari kerja, keberadaan MBG membantu mereka mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan lain.

Turut Siapkan Bahan Baku MBG

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari program pemberdayaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II . Para narapidana yang tinggal menjalani 2–3 bulan masa hukuman dibina menjadi petani sayuran.

Program ini digagas Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hafidin, bersama Dinas Pemasyarakatan dan Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat .

Beberapa hektare lahan pertanian disewa dan dikelola bersama ibu-ibu petani setempat untuk menanam bayam dan kangkung. Hasil panen nantinya akan disalurkan ke dapur-dapur MBG.

Nanik mengapresiasi langkah tersebut dan menegaskan agar seluruh di wilayah Purwakarta menerima pasokan hasil tani warga binaan.

“Kalau dari binaan Lapas harus diterima. Kalau tidak, saya tutup dapurnya,” tegasnya.

Pesan Moral untuk Warga Binaan

Dalam kesempatan itu, Nanik juga berdialog langsung dengan sekitar 40 warga binaan. Ia mengingatkan pentingnya perubahan diri sebelum kembali ke masyarakat.

Ia mengajak mereka berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan dan memulai hidup baru melalui pertanian sebagai bekal kemandirian.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran kolaborasi antara pemerintah daerah, BGN, dan Lapas dalam mendukung keberlanjutan Program MBG—mulai dari penyediaan bahan pangan hingga dampak sosial bagi keluarga petani dan warga binaan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru