Harga Ayam Bertahan Rp 38.000 Per Kg, Pedagang di Palembang Keluhkan Penurunan Daya Beli
Harga ayam Rp38.000 per kg di Palembang, pedagang keluhkan turunnya daya beli jelang Ramadan.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Sejumlah pedagang ayam potong di pasar tradisional Palembang mengeluhkan sepinya permintaan dari konsumen rumah tangga, akibat harga yang masih bertahan tinggi di angka Rp38.000 per kilogram. Kondisi ini memaksa pedagang menurunkan ekspektasi penjualan harian, karena daya beli masyarakat yang tak kunjung membaik.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Palimo, Zainur mengaku kadang kesulitan menghabiskan stok dagangannya, meski hanya membawa jumlah yang terbatas setiap harinya.
"Pembelian dari rumah tangga boleh dikategorikan turun. Kita mengharap rumah tangga yang membeli, tapi kenyataannya mereka tidak membeli. Kalau stok, saya bawa 35 kilo sehari, itu pun kadang-kadang habis, kadang masih sisa," ujar Zainur saat dibincangi langsung, Jumat (13/2/2026).
Zainur mengatakan harga tersebut sebenarnya telah bertahan stabil selama setahun terakhir, namun tetap dirasa berat oleh masyarakat umum. Menurutnya, geliat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah belum memberikan dampak nyata pada omzet penjualan ayam di tingkat pedagang pasar.
"Kalau masalah MBG itu belum ada dampaknya ke sini, belum ada yang beli ke sini untuk program itu," ungkapnya.
Menghadapi bulan Ramadan yang biasanya memicu kenaikan harga dari distributor. Menurutnya, tingginya harga bahan pokok hanya akan membuat pedagang dan konsumen sama-sama terjepit.
“Jelang bulan puasa memang ramai, tapi setelah puasa sepi lagi,” ucapnya.
Zainur berharap pemerintah dapat segera melakukan intervensi harga agar daya beli masyarakat kembali meningkat.
"Harapan saya kepada pemerintah, murahkan barang-barang supaya rakyat sehat. Kami kesusahan kalau barang naik, tidak bisa bicara apa-apa lagi karena masyarakat jadi tidak mampu membeli," pungkasnya.
Di sisi lain, salah seorang pedagang telur, Yanto menyebut harga telur saat ini di angka Rp28.000 per kilogram. Harga tersebut sudah berlangsung sepekan terakhir.
"Harga telur Rp28.000 sudah semingguan ini, sebelumnya harganya Rp26.000," imbuhnya.
Yanto menyebut hingga saat ini permintaan konsumen masih normal, belum ada kenaikan yang signifikan.
"Kalau pembeli masih normal seperti biasa. Kalau yang beli untuk MBG ada, tapi cuma sedikit," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELDinkes Sumsel Catat 29.969 Kasus ISPA Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla hingga September 2026
hendra·3 menit yang lalu -
NEWSDugaan Mafia Tanah di Sulteng Diadukan ke Komisi III DPR, Kuasa Hukum Soroti SP3 Polda
hendra·34 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus PNBP Pelabuhan Belawan, JPU Dalami Prosedur Pemanduan dan Navigasi Kapal
hendra·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Oktober, Siswa SMA/SMK Bermasalah Bakal Dibina di Barak Kopassus
hendra·1 jam yang lalu -
PERISTIWADua Pemuda Tewas di Kontrakan, Polisi Temukan Bau Gas Menyengat dan Kompor Masih Menyala
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALDPD dan TNI Dorong Karya Bakti di Bengkulu, 580 Titik Pembangunan Disiapkan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALMelawan Petugas, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Binjai Kota Ditembak Polisi
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALLBH Pandawa Khatulistiwa Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Aliran Emas Papua di Samarinda
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALiPhone Winda Lorenza Belum Pernah Dibuka Penyidik, LBH Medan Desak Uji Digital Forensik
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOSultan B. Najamudin Dorong Kolaborasi TNI dan Pemda Percepat Pembangunan di Daerah
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan