Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komaruddin mengatakan jika parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) ingin mendorong atau mengusung tokoh/figur siapa akan dijadikan lawan Anies Baswedan diluar nama Ridwan Kamil (RK) harus punya empat hal mendasar.
Kalau saya bicara kriteria dulu, kalau ingin melawan Anies harus punya 4 hal atau 3+1. Yakin, Popularitas, elektabilitas, insikitas dan akseptabilitas (penerimaaan ke masyarakat),"kata Ujang kepada Nusantaraterkini.co, Sabtu (27/8/2024).
Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa
Ujang pun merujuk hasil survei terbaru dari Indikator Politik dalam posisi tiga besar ada nama Anies Baswedan diurutan pertama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diurutan kedua dan Ridwan Kamil (RK) diurutan ketiga.
Baca Juga : Shohibul Anshor Siregar: Pilkada Langsung tak Langsung Hanya Prosedural Mempertahankan Oligarki
Nah, bedasarkan dari nama-nama ada di tiga besar diluar RK, tinggal cari mana figur/tokoh-tokoh yang punya ke empat hal tersebut. Kalau tidak punya misal popularitas akan susah contoh Jusuf Hamka (Babah Alun) memang punya popularitas, insikatas, akseptabilitas tapi tidak ada elektabilitas karena baru muncul. Makanya, elektabilitasnya harus diuji," ujarnya.
Maka, sambung Ujang, karena kedepan nanti akan mulai kampanye pasti akan mulai kelihatan elektabilitasnya karena dalam survei elektabilitas indikator politik tidak ada juga karena namanya baru muncul.
Baca Juga : H-1 Pelantikan: Meski Hujan, Kepala Daerah Terpilih Gladi Bersih di Monas
Jadi, siapapun figurnya parpol-parpol akan rasional melihat dan tidak perlu ngotot dan mempertimbangkan survei yang objektif siapa memiliki empat hal itu harus segera didorong,"tegasnya.
Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai
Sekarang ini sedang mencari figur kira-kira siapa yang sudah mendekati empat hal ini","tandasnya.
Diketahui, Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menilai kemungkinan munculnya kuda hitam di Pilkada Jakarta 2024 sangat kecil.
Baca Juga : KPU Jakarta Tetapkan Pramono-Rano Menang Raih Suara 50,07 Persen
Hal itu terungkap dari hasil survei terbaru lembaga survei Indikator Politik Indonesia terhadap 800 responden dengan margin of error 3,5% pada tingkat kepercayaan 95% di wilayah Jakarta.
Baca Juga : Anies Maju Pilkada Jakarta, PKB Wacanakan Duet dengan Kaesang Pangarep
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa ada 40 nama tokoh nasional yang sudah diajukan kepada warga DKI Jakarta untuk dipilih berdasarkan rasa ketertarikan guna mengetahui kuda hitam yang muncul.
Istilah kuda hitam ini merujuk kepada peserta dalam pertandingan yang semula tidak diperhitungkan, tetapi akhirnya menjadi pemenang.
Burhanuddin mengatakan bahwa 40 nama itu tidak asing di telinga warga DKI Jakarta antara lain Tri Rismaharini, Sudirman Said, Grace Natalie, Basuki Hadimuljono, Kaesang Pangarep hingga Haris Azhar.
“Dari 40 nama ini hanya ada tiga nama yang menonjol sementara nama lainnya hanya di bawah 2% untuk Pilkada Serentak DKI Jakarta,” tuturnya.
Ketiga nama itu, menurut Burhanuddin adalah Anies Baswedan yang meraih 41,7% responden, Basuki Tjahaja Purnama 27% dan Ridwan Kamil 15,4% responden.
“Anies Baswedan paling banyak dipilih, lalu Ahok dan Ridwan Kamil,” katanya.
Maka dari itu, Burhanuddin meyakini tidak akan ada kuda hitam di Pilkada Serentak di Jakarta. Pasalnya, jika ada kuda hitam yang dimunculkan, nama tersebut sulit untuk ditingkatkan elektabilitasnya dengan sisa waktu yang tersisa untuk perhelatan Pilkada 2024.
“Jadi tidak mudah menaikan elektabilitas di Jakarta dan tidak mudah mendapatkan dukungan dari warga Jakarta,” ujarnya.
Adapun berdasarkan survei ini, nama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep juga tercatat hanya meraih elektabilitas di bawah 2%.
Bahkan, menurut Burhanuddin, jika Ahok tidak ikut di Pilkada Jakarta 2024 dan digantikan oleh Kaesang, nama Anies tetap meraih posisi tertinggi disusul oleh Ridwan Kamil.
Artinya jika Ahok tidak mengikuti Pilkada Jakarta, maka suaranya akan lari ke Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.
“Kaesang hanya mendapatkan 5,7% dan Ridwan Kamil 33,8%, lalu Pak Anies 48,8%,” katanya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
